Kenaikan Harga Beras Bikin Warga Yogyakarta <i>Nyesek</i>
Pedagang beras di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jumat, 12 Januari 2018. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka
Yogyakarta: Harga semua jenis beras di pasar tradisional Yogyakarta terkerek naik. Kenaikan dimulai sejak akhir Desember 2018 hingga Rp1.000-2000 per kilogram di level pedagang besar.

Hal ini terang membuat warga Yogyakarta tercekik. Hal ini diakui Endangwati, seorang ibu rumah tangga saat membeli beras di warung.

"Harga beras naik itu bikin nyesek. Karena penghasilan kita ga ikut naik. kalau bisa segera distabilkan kembali harganya," kata Endang di Pasar beringharjo Yogyakarta, Jumat 12 Desember 2018.


Hal senada dilontarkan Denny Purwaningasih, seorang pedagang nasi bungkus. Ia pasrah penghasilannya berkurang akibat harga beras naik. Denny gundah karena tak mungkin menaikkan harga nasi bungkus yang dijualnya.

"Ya saya cuma bisa sedih. harga beras naik. Penghasilan saya enggak bisa ikut naik juga. Kenaikan ini berat rasanya buat saya pedagang nasi kecil-kecilan," katanya pilu.

Mentug, salah seorang pedagang sembako di Pasar Beringharjo Yogyakarta mengatakan harga mulai naik usai badai Cempaka menerjang wilayah DIY. Awalnya naik hanya ratusan rupiah. Namun memasuki bulan Januari 2018, harga naik hingga lebih dari seribu rupiah.

"Katanya naik karena panen berkurang akibat banjir besar kemarin. Lalu karena faktor cuaca yang hujan terus. Sehingga susah di jemur," kata wanita berhijab ini

Pasokan dan distribusi beras juga menjadi kurang lancar jika dibandingkan dengan bulan lalu. Kini ia harus menunggu 2-3 hari untuk bisa mengisi ulang pasokan.

Jenis beras yang naik meliputi beras medium dan premium. Harga beras C4 semua jenis dibanderol Rp8.500-Rp12.000, kini dipatok Rp9.500-Rp13.000.

Suharti, pedagang beras lain, juga mengeluhkan kenaikan harga ini. Ia memperkirakan harga beras kembali stabil usai musim hujan berakhir sekitar bulan Maret-April mendatang. Akibat kenaikan ini, banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian beras.

"Pembeli banyak ngeluh. Mereka tetap beli tapi dikurangi jumlahnya. Misalnya biasa beli 5-10 kilo sekarang dikurangi cuma 3-5 kilo," jelasnya.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id