Petugas Kantor Imigrasi Klas II Pemalang memeriksa paspor dan dokumen milik kelima WNA yang dipekerjakan di PT SAS Kreasindo Utama, Maribaya, Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Petugas Kantor Imigrasi Klas II Pemalang memeriksa paspor dan dokumen milik kelima WNA yang dipekerjakan di PT SAS Kreasindo Utama, Maribaya, Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi) (Kuntoro Tayubi)

Lima WNA di Tegal Ditangkap Imigrasi Pemalang

wna ilegal
Kuntoro Tayubi • 23 Maret 2018 20:32
Pemalang: Kantor Imigrasi Klas II Pemalang, Jawa Tengah, menangkap lima orang warga negara asing (WNA) yang dipekerjakan di PT SAS Kreasindo Utama, Jalan Raya Maribaya, Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jumat, 23 Maret 2018. Mereka diboyong ke Kantor Imigrasi karena diduga melanggar keimigrasian. 
 
Kepala Sub Seksi Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II Pemalang Harsya Wardhana mengatakan, pemeriksaan dilakukan karena ada dugaan pelanggaran imigrasi oleh lima WNA yang dipekerjakan perusahaan. Adapun kelima WNA itu yakni, Gullaume Bendit Joseph Chalamel (Perancis); Serge Jozef C (Belgia); Kenneth David Peacock (Inggris); Stefan Patrick L (Belgia); dan Philippe Augustin G (Belgia).
 
"Hari ini kita melaksanakan kegiatan pengawasan orang asing karena berdasarkan laporan yang kami terima, ada dugaan pelanggaran imigrasi. Ada lima orang WNA yang kita bawa untuk diperiksa di kantor," kata Harsya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semula salah satu WNA meminta agar pemeriksaan dilakukan di kantor tersebut. Tapi petugas tegas akan memeriksa di Kantor Imigrasi Klas II Pemalang. 
 
"Untuk lebih jelasnya, nanti di kantor akan kita periksa lagi. Paspor mereka juga kita bawa," ujarnya.
 
Sementara itu, Staf Bagian HRD PT SAS Kreasindo Utama Sugeng yang menemui petugas Imigrasi mengatakan perusahaan mengikuti apa yang diminta pihak Imigrasi. "Kami ikuti saja. Pelanggarannya apa juga kami belum tahu," ujarnya.
 
Menurut Sugeng, lima WNA yang diduga melanggar aturan imigrasi sudah bekerja antara satu bulan hingga satu tahun lebih.  "Ada yang menjabat kepala produksi," ucapnya singkat. 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif