Biji kopi Merapi saat acara pameran beberapa waktu lalu di Yogyakarta. Medcom.id-Aad Mustaqim.
Biji kopi Merapi saat acara pameran beberapa waktu lalu di Yogyakarta. Medcom.id-Aad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Paku Alam Ingin Populerkan Kopi Merapi di Dhaup Ageng

pernikahan
Ahmad Mustaqim • 03 Januari 2019 20:52
Yogyakarta: Pura Pakualaman akan membantu mengangkat potensi lokal dalam acara pernikahan atau Dhaup Ageng putra Paku Alam X, bernama Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro dengan dr. Maya Lakshita Noorya.
 
Pihak pura akan menyajikan kopi lokal, yakni kopi dari lereng Gunung Merapi dalam acara pahargyan pernikahan putra Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut pada 6 Januari 2019.
 
Ketua Bidang Perlengkapan dan Umum Dhaup Ageng, K.R.T. Radyowisroyo mengatakan, menu makanan kesukaan raja akan disuguhkan dalam acara resepsi pada 5 Januari 2019 mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk sajian kopi Merapi akan dihidangkan saat pahargyan (undangan masyarakat sekitar) pada 6 Januari," kata Radyowisroyo di Yogyakarta, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Radyowisroyo mengatakan, pihak Paku Alam X menginginkan bisa ikut mengangkat kopi khas Yogyakarta tersebut. Dengan menyajikan menu itu, kata dia, akan langsung bisa mengenalkan kopi Merapi kepada banyak orang. 
 
"Nanti akan ada stan khusus dari perkebunan kopi Merapi sana yang disajikan untuk tamu. Kita ada kayak counter bar," jelas Radyowisroyo. 
 
Ia menyebutkan, istri Paku Alam X, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati (GKBRAyA) Paku Alam, pernah membawa kopi Merapi ke sejumlah negara. Dua negara di antara seperti Jepang dan Azerbeijan. Setidaknya, akan disediakan sebanyak 1500 gelas kopi Merapi. "Orang selama ini mengenal kopi Gayo, kopi Aceh. Jogja juga punya, kopi Merapi," ungkap Radyowisroyo.
 
Acara Dhaup Ageng Pura Pakualaman telah berjalan sejak akhir Desember 2018. Acara resepsi pernikahan akan digelar pada 5 Januari 2019. Pada acara resepsi tersebut telah diundang sejumlah pejabat negara hingga duta negara sahabat. Keesokan harinya, digelar pahargyan sebagai jamuan untuk masyarakat setempat.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif