Rektor Ugm, Panut (tengah batik coklat) meminta maaf atas kelambanan.proses pengusutan dugaan pemerkosaan, Medcom.id - Vicka
Rektor Ugm, Panut (tengah batik coklat) meminta maaf atas kelambanan.proses pengusutan dugaan pemerkosaan, Medcom.id - Vicka (Patricia Vicka)

Rektor UGM Tak Temui ORI Terkait Pelecehan Seksual

pelecehan seksual
Patricia Vicka • 07 Januari 2019 18:21
Yogyakarta: Universitas Gajah Mada (UGM) menjelaskan alasan Rektor Panut Mulyana tak hadiri pemanggilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait kasus pelecehan seksual mahasiswa kampus tersebut. Yaitu, Panut harus menghadiri dies natalis UGM pada 19 Desember 2018.
 
Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan Rektor harus bertemu dengan tamu penting, mitra kerja, dan alumni di acara ulang tahun kampus itu. Sehingga, jadwal pemanggilan di ORI ditinjau kembali.
 
"Akhirnya pertemuan disepakati diundur pada 2 Januari 2019," ungkap Iva dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 7 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun pada 2 Januari, staf ORI membatalkan pertemuan. Alasannya pejabat ORI sedang berada di Jakarta.
 
Iva menegaskan ORI tak berhak memanggil Rektor terkait kasus tersebut. Sebab, tindakan ORI tak sesuai laporan kepolisian.
 
Meski demikian, UGM tetap akan menjelaskan terkait dugaan maladministrasi pada kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan mahasiswa berinisial H
 
Sementara itu, Kepala ORI Perwakilan DIY Budhi Masturi tak mempermasalahkan pernyataan pihak UGM. Ia mengatakan proses yang lembaganya lakukan mendasarkan Undang Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI. 
 
Aturan itu menjelaskan Ombudsman dapat meminta bantuan kepolisian untuk menghadirkan yang bersangkutan secara paksa. Adapun pemanggilan pertama terhadap Rektor UGM dijadwalkan Selasa, 8 Januari 2019. 
 
"Harapannya Pak Rektor bisa datang. Kita hargai pendapat UGM. Kita tidak mengambil pisisi untuk berpolemik dalam itu, tapi kita fokus adakah rektor hadir dalam panggilan besok," ujarnya.
 
Kasus pemerkosaan itu terungkap usai Balairung pers UGM menerbitkan tulisan  berjudul Nalar Pincang UGM via online pada 5 November 2018. Mahasiswa berinisial *H dilaporkan melakukan pelecehan seksual pada mahasiswi berinisial N
 
Laporan itu menyebutkan, pelecehan seksual terjadi saat keduanya tengah mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram Maluku Peristiwa itu terjadi pada Pertengahan 2017
 
Lalu, mahasiswi  melapor ke polisi pada Desember 2018. Polisi lalu memproses laporan. Kini Kasus ini masuk ke tahap penyelidikan. Polisi belum menetapkan tersangka

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif