Dismo, petani bawang merah yang sukses kembangkan melon di Brebes, Jawa Tengah, Kamis, 10 Januari 2019. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi).
Dismo, petani bawang merah yang sukses kembangkan melon di Brebes, Jawa Tengah, Kamis, 10 Januari 2019. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi). (Kuntoro Tayubi)

Petani Bawang Merah Kembangkan Melon di Brebes

petani Sosok Petani
Kuntoro Tayubi • 10 Januari 2019 15:32
Brebes: Petani bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, berhasil mengembangkan produksi melon. Dari sekedar uji coba, sekarang tanaman melon tersebar hingga 20 hektar di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes.
 
"Awalnya saya uji coba menanam 200 biji melon hasil pelatihan di Kabupaten Grobokan, Jawa Tengah pada tahun 2002 yang lalu," kata Dismo, petani asal Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Jawa Tengah, Kamis, 10 Januari 2019.
 
Dismo yang sebelumnya merupakan petani bawang merah itu mengatakan, ternyata bertanam melon lebih mudah serta hasilnya sangat memuaskan. Apalagi sangat bagus dan berhasil dikembangkan jika ditanam di tanah bekas tanaman bawang merah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian ia mencoba kembali dengan menanam 3000-15.000 ribu batang. Namun minat petani bawang merah yang beralih ke melon cukup banyak. Ratusan ribu batang melon sempat ditanam di beberapa wilayah kecamatan di Brebes.
 
Sedikitnya 20 hektar tanaman melon berkembang di Kecamatan Larangan, Songgom, Jatibarang dan Songgom. Namun karena melon riskan dengan virus, budidaya melon sempat hilang pada kisaran 2005.
 
Saat itu banyak virus tanaman yang menyerang. Di antaranya dikenal dengan virus kuning (pada daun) dan virus kerdil (pertumbuhan).
 
"Rata rata tanaman menjadi mati dan gagal panen. Sebab yang diserang jaringan tanaman, maka tidak ada obatnya," ungkap Dismo yang mengaku pertama kali kembangkan Melon di wilayah Kabupaten Brebes.
 
Melon mulai kembali ramai diminati sekitar tahun 2007 dengan jenis bibit benih yang sudah anti virus seperti Madesta, ME, Erni, Action 88,Erna, Novi, Grecia, dan Alisha.
 
Untuk jenis Alisha cukup banyak diminati karena tingkat kemanisan tinggi (15-17 brix) dan tekstur daging renyah seperti buah peer. Kulit buahnya berwarna kuning, sedangkan daging buahnya berwarna orange.
 
Harga melon cukup stabil. Dari beaya produksi perbatang Rp6000 ribu bisa menghasilkan 2 kilo per batang. Jika harga 1 kilo Rp6000 maka keuntungan mencapai 150 persen.
 
"Hasil panen melon warga Brebes rata rata dipasok ke pasar induk di Jakarta, seperti Kramatjati  dan Cibitung," pungkas Dismo.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif