Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meresmikan pedestrian sisis barat Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meresmikan pedestrian sisis barat Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Medcom.id/ Patricia Vicka. (Patricia Vicka)

Pengunjung Diminta Jaga Kebersihan Kawasan Malioboro

natal dan tahun baru yogyakarta
Patricia Vicka • 21 Desember 2018 18:48
Yogyakarta: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X baru saja meresmikan pedestrian baru sisi barat Malioboro. Ia mengimbau para pengunjung untuk menjaga kebersihan serta keindahan pedestrian baru.
 
"Semoga semua ikut menjaga kawasan ini tetap bersih. Sehingga pedestrian baru ini bisa menumbuhkan kenyamanan di Yogyakarta," kata Sri Sultan HB X di depan kantor Kepatihan Yogyakarta, Jumat, 21 Desember 2018.
 
Pengunjung dan para pedagang yang berjualan diminta untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta telah menyiapkan banyak tong sampah di sepanjang pedestrian Jalan Malioboro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepada para pedagang, raja Yogyakarta ini melarang membuang sisa makanan ke dalam selokan. Lantaran sisa makanan dalam selokan ini akan membusuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
 
Dirinya memerintahkan kepada Unit Pengelola Teknis (UPT) Malioboro lebih mendisiplinkan pengunjung untuk menjaga kebersihan Malioboro dengan cara yang santun. 
 
"Pengunjung yang ketahuan membuang sampah sembarangan gausah ditegur. Tapi petugas langsung ambil sampahnya dan buang ke tong sampah di depan dia. Dia pasti langsung malu. Sehingga kesadaran untuk disiplin akan muncul," jelas Sri Sultan.
 
Pembangunan pedestrian Malioboro sisi barat merupakan bagian dari revitalisasi sumbu filosofi Yogyakarta. Sumbu filosofi Yogyakarta adalah garis imajiner yang melintang dari Gunung Merapi-Tugu Yogyakarta-Keraton-Panggung Krapyak dan berakhir di Pantai Parangtritis. 
Revitalisasi dilakukan untuk memunculkan kembali ciri khas serta filosofi Yogyakarta zaman dahulu.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif