Paket berisi tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Plemburan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 24 Januari 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Paket berisi tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Plemburan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 24 Januari 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Kantor Pos di Sleman Dapat Kiriman Ribuan Tabloid Indonesia Barokah

ujaran kebencian pilpres 2019
Ahmad Mustaqim • 24 Januari 2019 16:04
Sleman: Kantor Pos Plemburan di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kiriman paket tabloid Indonesia Barokah. Paket kiriman itu masih dalam penyelidikan Bawaslu. 
 
Wakil Kepala Sentra Pengolahan Pos Yogyakarta, Mujiyono mengatakan, paket tersebut datang pada pagi tadi dari kantor pos di Jakarta Selatan. Paket yang diterima itu dikemas dalam 21 karung.
 
"Paket ini dikirim pakai kereta api. Labelnya dari (kantor pos) kantor Jakarta Selatan," kata Mujiyono di Sleman, Kamis, 24 Januari 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bawaslu-Dewan Pers Investigasi Tabloid Indonesia Barokah
 
Mujiyono menjelaskan, saat dibuka, karung tersebut berisi dua ribu paket yang sudah dikemas dengan berbalut ampol berwana coklat. Saat meraba, tiap paket itu berisi tiga buah tabloid.
 
"Kalau dari alamat tujuannya dikirimkan ke masjid-masjid dan pondok pesantren di wilayah kerja kami. Kami menghendel wilayah Kota Jogja, Bantul, dan Sleman," jelas Mujiyono. 
 
Mujiyono mengatakan jika dirinya tak tahu isi tabloid itu. Petugas kantor pos tak bisa membuka isi paket kiriman tanpa seizin pengirim ataupun penerima.
 
"Ini menunggu Bawaslu akan dikirim atau tidak. Sementara kita hold dulu di sini. Kita tinggal menunggu kepastian," lanjut Mujiyono.
 
Sementara Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ihsan Siregar memperkirakan isi paket tersebut sebanyak enam ribu eksemplar tabloid. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Bawaslu DIY dan kepolisian lantaran ada juga kiriman serupa di daerah lain. 
 
"Ini akan kami laporkan ke Bawaslu DIY. Setiap tingkatan akan menyikapi temuan ini. Tabloid ini melanggar aturan pemilu atau tidak," ungkap Arjuna.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi