Ketua PBNU Said Aqil Siroj sebagai pembicara dalam halaqah kebangsaan satu abad pondok pesantren Alhidayat Lasem Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani
Ketua PBNU Said Aqil Siroj sebagai pembicara dalam halaqah kebangsaan satu abad pondok pesantren Alhidayat Lasem Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Rasul Bangun Negara Berdasarkan Keadilan dan Kebersamaan

pondok pesantren toleransi beragama
Rhobi Shani • 14 November 2018 13:41
Rembang: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj menyebut Nabi Muhammad SAW tidak pernah mendeklarasikan negara Islam atau negara Arab. Konstitusi yang dijadikan dasar Rasulullah dalam membangun dan menata negara adalah keadilan dan kebersamaan.
 
“Nabi Muhammad tidak pernah mendeklarasikan negara berdasarkan suku dan agama," tegas Said Aqil dalam Halaqah Kebangsaan Satu Abad Pondok Pesantren Alhidayat Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu, 14 November 2018.
 
Rasulullah menjunjung tinggi toleransi. Beliau, kata Said Aqil, menghindari permusuhan dengan siapa pun. Nabi Muhammad SAW dan sahabat memusuhi mereka yang melanggar hukum. Bukan yang berbeda keyakinan dan suku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak boleh ada permusuhan kecuali kepada pelaku kejahatan. Jadi tidak larena beda agama, beda suku. Musuh bersama adalah yang melanggar hukum," kata Said Aqil mengisahkan kehidupan Nabi Muhammad SAW.
 
Keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama juga disebabkan sifat nabi yang toleran. Rasulullah juga tidak pendendam.
 
Delapan tahun setelah Rasulullah hijrah, kangen Mekkah dan kembali datang bersama ribuan pasukan ke tanah kelahirannya. Ratusan ribu orang Mekkah masuk Islam karena keramahan Nabi Muhammad SAW.
 
"Ini karena Nabi Muhammad toleran. Jadi orang yang membangun tolerasi akhlaknya baik," kata dia.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif