Ilustrasi. ANTARA/Oky Lukmansyah
Ilustrasi. ANTARA/Oky Lukmansyah (Mustholih)

Pemprov Jateng Klaim Telah Distribusikan 2 Juta Lebih Kartu Tani

kartu tani
Mustholih • 25 Januari 2018 19:51
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim sudah mendistribusikan dua juta lebih kartu tani sejak diluncurkan pada 1 Januari 2018. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, sejak kartu tani diluncurkan, praktik penyelundupan pupuk bersubsidi ke luar daerah menjadi berkurang.
 
"Karena dengan kartu tani itu, distribusi pupuk lebih tertata dan bisa dicek secara online. Dan petani yang pegang kartu tani sudah tahu, berapa jatah pupuknya dan harus menebus di mana," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 25 Januari 2018.
 
Menurut Ganjar, kartu tani merupakan wujud modernisasi pertanian di Jateng. Dengan kartu tani, Pemprov Jateng mampu mendata luas lahan, jumlah pupuk, dan komoditas pertanian yang ditanam para petani. "Itu bisa untuk mengetahui kalau ada harga naik atau sebentar lagi ada yang panen atau tidak. Ini kan mempermudah," ujar Ganjar menambahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar mengungkap ide dasar kartu tani lahir dari maraknya penyelundupan pupuk bersubsidi ke luar Jateng dan program bantuan pertanian yang sering tidak tepat sasaran akibat amburadulnya data petani.
 
Dengan program kartu tani, Pemprov Jateng dapat mengetahui keseluruhan jumlah petani di daerahnya sebanyak 2.576.676 orang dan luas lahan pertanian sebanyak 1.386.062 hektar.
 
Sampai saat ini, Pemprov Jateng sudah mencetak 2.228.839 kartu tani. Menurut Ganjar, jumlah kartu tani yang sudah dibagikan ke para petani Jateng sebanyak 2.147.454 lembar. "Itu artinya sudah 96 persen terdistribusi," ungkap Ganjar.
 
Namun, Ganjar mengakui penerapan sistem kartu tani tersebut masih jauh dari sempurna. Namun, dia berusaha memperbaiki beberapa kekurangan dalam penerapan kartu tani tersebut. "Seperti ada laporan petani tidak bisa menebus pupuk di pengecer. Setelah di cek, ternyata petani tersebut keliru lokasi alias tidak membeli pupuk di kios pengecer yang sudah ditentukan," ungkap Ganjar.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif