Yang menarik, Agnes menjadi satu-satunya gadis yang berhasil sampai babak final kontes mekanik tingkat SMK tersebut. "Banyak yang meremehkan perempuan. Teman-teman saya dan lainnya juga. Saya mau membuktikan ke orang-orang kalau saya bisa," kata Agnes di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 16 Juni 2019.
Agnes mengaku senang bisa menang meski meraih peringkat tiga. Dia menyatakan didukung orang tuanya untuk mengikuti kontes tersebut. "Rasanya senang karena dapat juara. Bisa menang karena rida orang tua saya," ungkap Agnes.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Agnes mengaku prestasinya ini semakin memacu dirinya untuk menjadi mekanik handal. Agnes mengaku ibunya menjadi faktor utama ia menggeluti dunia otomotif. "Awalnya saya masuk otomotif karena disuruh ibu. Ibu bilang peluangnya besar, apalagi kalo di otomotif perempuannya sedikit, jadi peluangnya lebih besar lagi," jelas Agnes.
Dalam kontes yang digelar kantor Astra Motor Jateng, Semarang, ini, juara pertama direbut oleh Eko Bisono Sapuro dari SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar. Sedangkan juara dua diraih Moh. Ali Nurrochid dari SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kendal.
Kepala Wilayah Astra Motor Jateng, Ronaldo Widjaja, menyatakan ada empat kategori kontes mekanik yang dilaksanakan sejak Maret hingga Mei 2019. Masing-masing memperebutkan juara pertama hingga juara ketiga.
"Seluruh peserta diwajibkan untuk melewati tahap seleksi babak penyisihan, seleksi pertama sub-regional, dan seleksi final di Semarang," kata Widjaja.
Menurut Widjaja, selain pelajar, kontes ini diikuti peserta dari kategori service advisor, mekanik, dan guru SMK. Keseluruhan peserta kontes berjumlah 1.085 Mekanik, 2.64 Service Advisor, 3.259 siswa SMK kelas XI, dan 2.42 guru SMK.
"Siapapun yang menang hari ini, mari harumkan Jawa Tengah di kontes tingkat nasional dan internasional," pungkas Widjaja.
(DEN)