Perempuan asal Klaten Terlibat Jaringan Narkotika di Malaysia
Konferensi pers di Kantor Bea Cukai DI Yogyakarta terkait penangkapan perempuan asal Sleman yang membawa sabu-sabu di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Rabu 16 Mei 2018, Medcom.id - Mustaqim
Sleman: RIP, perempuan asal Klaten, Jawa Tengah, ditangkap lantaran berupaya menyelundupkan sabu-sabu lewat Bandara Adisutjipto Sleman, DI Yogyakarta. Perempuan 34 tahun itu ditangkap petugas Bea Cukai di terminal kedatangan Bandara Adisutjipto. 

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya menjelaskan, RIP membawa sabu-sabu seberat 562,6 gram. RIP menyimpan barang sabu-sabu di dalam popok orang dewasa yang dikenakan. 

"RIP sampai di Bandara Adisutjipto (Jumat, 4 Mei) memakai pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK348 rute Kuala Lumpur-Yogyakarta," kata Parjiya di Kantor Bea dan Cukai Yogyakarta, Jalan Solo Km 9-10, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu, 16 Mei 2018. 


RIP disangka melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam pidana maksimal 15 tahun dan denda Rp10 miliar. 

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Komisaris Besar Wisnu Widarto mengatakan RIP merupakan pengedar sabu-sabu dengan jaringan berada di Malaysia. Dalam penelusuran, RIP berjejaring dengan seseorang berinisial KS yang tinggal di Negeri Jiran. 

Kemudian, lanjut Wisnu, RIP dan bekerja sama dengan KS juga berjaringan dengan J, serangan perantara yang mengambil barang. "J ini ternyata suruhan seorang narapidana Lapas Narkotika di Karawang, berinisial IA," ujar Wisnu. 

Ia menyatakan, Polda DIY telah berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Jawa Barat mengembangkan penanganan kasus itu. Di sisi lain, RIP sudah tiga kali menyelundupkan sabu dengan cara serupa, menggunakan popok orang dewasa. 

RIP mengaku mendapat upah Rp10 juta sekali menyendupkan sabu-sabu. "Barangnya (sabu-sabu) diperkirakan diperoleh dari China. Nilainya kira-kira Rp600 juta. Kami masih kembangkan di mana saja sabunya diedarkan," ujarnya. 




(RRN)