Ganjar Sebut Produksi Sampah di Jateng Lebih 5 Juta Ton/Tahun

Rhobi Shani 09 Agustus 2018 14:38 WIB
sampah
Ganjar Sebut Produksi Sampah di Jateng Lebih 5 Juta Ton/Tahun
Ilustrasi tumpukan sampah, Medcom.id
Jepara: Tidak membuang sampah sembarangan. Ungkapan itu masih berlaku di kalangan masyarakat. Terlebih, sampah plastik yang dapat merusak lingkungan untuk waktu yang lama.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tak mudah mendaur ulang sampah plastik. Bilapun ada, lanjut Ganjar, hanya lima persen sampah yang efektif didaur ulang.

Sebanyak 40 persen sampah plastik menumpuk di tempat pembuangan akhir. Sisanya, tercecer dimana-mana.


"Lantaran itu, mari kita ubah perilaku kita untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujar Ganjar dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat provinsi di Pantai Bandengan, Jepara, Jateng, Kamis, 9 Agustus 2018.

Di Jateng, ujar Ganjar, sebanyak 15.671 ton sampah menumpuk tiap hari. Dalam setahun, masyarakat Jateng memproduksi kurang lebih 5.719.915 ton. Hanya lima persen sampah yang bisa didaur ulang.

Ganjar meminta pemerintah daerah menggalakkan Gerakan Bebas Sampah Plastik. Ganjar menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup menggelar kegiatan kebersihan di daerah masing-masing, tiap Jumat. 

“Mulai besok kita gerakkan kebersihan di kantor masing-masing. Jumat depan ke terminal, sungai, lalu ke tempat-tempat lain. Di setiap ruang publik. Kita (aparatur -red) sendiri yang membersihkan,” lanjutnya.

Ganjar juga meminta warga saling mengawasi lingkungan masing-masing. Bila ada sampah plastik tercecer, warga langsung membersihkan lingkungan tersebut.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan kabupatennya memiliki panjang pantai 82 kilometer. Beberapa di antaranya menjadi lokasi berkunjung, misalnya Pantai Bandengan.

Sampah berpotensi menumpuk di pantai yang kerap dikunjungi. Lantaran itu, Marzuqi mengerahkan petugas khusus kebersihan pantai.

"Setiap pagi dan sore petugas kebersihan bertugas membersihkan pantai. Masing-masing pengelola objek wisata juga sudah mempunyai petugas kebersihan. Ini juga harus didukung kesadaran masyarakat, untuk tidak membuang sampah sembarang," kata Marzuqi.

Marzuqi mencontohkan, di Pantai Bandengan ada 16 petugas kebersihan. Mereka bekerja mulai tengah malam. Sehingga, saat pagi kondisi pantai sudah bersih.

“Jam 05.00 pantai sudah bersih. Agak siang baru jalan yang dibersihkan. Sampah yang terkumpul akan diambil petugas kebersihan dari dinas untuk dibawa ke TPA,” ungkap Marzuqi.

Ditambahkan Marzuqi, 1,2 juta jiwa warga Jepara rata-rata memproduksi sampah 0.56 kg per hari. Jumlah itu setara 673 ton potensi timbunan sampah per hari. Sampah yang diproduksi, mayoritas berjenis organik sebesar 77.92 persen. Lalu sampah plastik 8.8 persen, kertas 7 persen, kayu 3 persen, dan sampah lain 2.9 persen.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id