Polisi Periksa Delapan Saksi Pemerkosaan Mahasiswi UGM

Patricia Vicka 22 November 2018 15:33 WIB
pemerkosaan
Polisi Periksa Delapan Saksi Pemerkosaan Mahasiswi UGM
Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda DIY, Kombespol Hadi Utomo di Yogyakarta, Kamis 22 November 2018. Medcom.id/Patricia Vicka
Yogyakarta: Polda Maluku bersama Polda Daerah Istimewa Yogyakarta tengah menyelidiki kasus pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada berinisial N. Pihak kepolisian telah memeriksa setidaknya delapan saksi.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda DIY Kombespol Hadi Utomo menjelaskan pihaknya dan Polda Maluku telah meminta keterangan terduga pelaku dan korban. Tindakan ini dilakukan tak lama usai kepolisian menerima surat aduan dari pihak kampus.

"Ada delapan saksi yang sudah kami dimintai keterangan. Termasuk korban dan pelaku," kata Hadi usai melakukan Rekonstruksi penangkapan terduga teroris di Sleman, Yogyakarta, Kamis 22 November 2018.


Delapan saksi tersebut salah satunya perwakilan kampus UGM. Namun Hadi enggan menjelaskan saksi lainnya.

"Kami tidak bisa beritahu karena masuk ranah penyelidikan. Yang jelas orang sipil," kata dia.

Baca: Ombudsman Gali Informasi Perkosaan Mahasiswi dari UGM

Korban diperkosa teman seangkatannya saat kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku. Tindakan asusila ini terjadi pertengahan 2017.

Walau sudah terjadi setahun yang lalu, Hadi menegaskan polisi tak kesulitan mencari barang bukti. Gelar perkara ini bertujuan untuk memperkuat bukti dan keterangan saksi. Juga sebagai landasan kelanjutan ke tahap berikutnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisipol) UGM Erwan Agus mengaku pihaknya sudah diperiksa kepolisian. Pihak UGM yang diperiksa yakni satu anggota tim investigasi dan seorang wakil dekan Fisipol UGM.

Pemeriksaan berlangsung pada Jumat 18 November 2018 di Polda DIY. Pihaknya pun bersedia mencarikan pendamping hukum bagi penyitas saat menghadapi proses hukum.




 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id