Antisipasi Banjir, Kota Semarang Tutup Muara Tiga Sungai Besar
ilustrasi Medcom.id
Semarang: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, menutup aliran tiga sungai besar yang ada di wilayahnya. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi banjir pada musim penghujan ini.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan, penutupan dilakukan di muara Sungai Tenggang, Sringin, dan Babon. "Mestinya tidak ada masalah rob. Sehingga hari ini (fokus) pada penanggulangan banjir karena hujan," kata Hendrar Prihadi, saat dihubungi, Rabu 7 November 2018.

Menurut Hendrar daerah di Kota Semarang yang rawan banjir berada di wilayah Genuk yang terletak di pesisir Kota Semarang. Hendrar menyatakan penutupan Sungai Tenggang, Sringin, dan Babon, ini merupakan bagian proyek revitalisasi dan normalisasi empat sungai di Kota Semarang. 


"Selain tiga sungai itu, kami tahun ini lakukan revitalisasi normalisasi  Banjir Kanal Timur," tegas Hendi, sapaan akrabnya.

Politikus PDI Perjuangan meyakini dengan menutup aliran tiga sungai akan mampu mengantisipasi banjir. "Dengan ditutupnya tiga sungai tadi, mestinya ada konstruksi teknik dengan pemasangan pompa dan rumah pompa yang sudah disiapkan di aliran Tenggang, Sringin, dan Babon," ungkap Hendrar Prihadi.

Namun, Hendrar menuturkan mesin dan rumah pompa yang sudah selesai terpasang baru di aliran Sungai Sringin. "Hari ini baru Sringin yang  sudah terpasang. Akan diselesaikan secepatnya memasang (sisa) pompa itu. Saya sudah minta kontraktornya," tegas Hendrar.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id