Jumpa pers di RS Dr.Oen
Jumpa pers di RS Dr.Oen (Widjajadi, Pythag Kurniati)

Polisi Buru Penganiaya Kasatreskrim Wonogiri

penganiayaan
Widjajadi, Pythag Kurniati • 13 Mei 2019 16:28
Wonogiri: Kepolisian Resor Wonogiri masih mendalami kasus penganiyaan terhadap Kasatreskrim AKP Aditia Mulya Ramdhani yang kini dalam kondisi koma. Mantan Kapolsek Pasar Kliwon ini kini menjalani perawatan intensif di ICU Rs Dr Oen Solo Baru.
 
Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati menegaskan, yang terjadi di Wonogiri pada Rabu, 8 Mei 2019 malam lalu itu bukan bentrokan antar dua perguruan silat PSHT dan Winongo. Namun, konvoi ribuan massa perguruan PSHT yang berlanjut perusakan tugu Winongo di wilayah kecamatan Sidoharjo.
 
"Saya tegaskan tidak ada bentrokan. Tetapi konvoi anggota PSHT yang merusak tugu Winongo. Dan Kasatreskrim AKP Aditya Mulya Ramdhani dalam kejadian tersebut bukan melerai, tetapi membubarkan konvoi massa PSHT," tegas Uri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat membubarkan konvoi, justru dia dikeroyok para peserta konvoi hingga menderita koma.
 
"Saya minta para pelaku pengeroyokan segera menyerahkan diri. Sebab kami tetap akan mengejar pelaku meski bersembunyi di mana pun, untuk proses hukum," tegas Kapolres.
 
Baca: Kasatreskrim Wonogiri Dikeroyok saat Amankan Bentrokan
 
Di tempat terpisah, Aditia Mulya masih dirawat intensif setelah pengeroyokan lima hari lalu di RS dr Oen Solo Baru, Sukoharjo. Aditia dirawat diruang ICU.
 
Sebelumnya tim dokter sudah melakukan operasi untuk mengeluarkan darah beku akibat perdarahan di otak. "Operasi berjalan lancar, namun kondisinya masih belum stabil," kata Kabid Pelayanan Medis RS dr Oen Solo Baru, dr Yohana Denyka Kurniawati, Senin, 13 Mei 2019.
 
Dia menyebut kondisi Aditia sejak masuk ke RS sudah kritis. Tim dokter kini masih merawat intensif sambil menunggu Aditia sadarkan diri.
 
Hasil CT Scan, kata Yohana, menunjukkan bahwa area luka di kepala pasien memang cukup luas. "Kami tidak bisa memastikan lukanya akibat benda apa," ujar dia.
 
Pihak keluarga sempat ingin membawa Aditia berobat ke Singapura yang memiliki fasilitas kesehatan lebih baik. Namun niat itu diurungkan karena kondisi Aditia yang belum stabil.
 
"Karena kondisinya tidak stabil maka batal dibawa ke Singapura. Saat ini yang terbaik ialah dirawat di sini," kata kakak kandung Aditia, Yudha Mulya.
 
Yudha mengatakan pihak kepolisian menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada keluarga. "Sampai saat ini kepolisian support penuh untuk kesembuhan adik saya," pungkasnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif