Angin puting beliung melanda Desa Kedung Malang Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani
Angin puting beliung melanda Desa Kedung Malang Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Puting Beliung Rusak 12 Rumah di Jepara, 8 Terluka

puting beliung
Rhobi Shani • 24 Maret 2019 15:28
Jepara: Titi Supiyati dan suaminya tak henti mengucap kata syukur. Keluarganya lolos dari maut akibat terjangan puting beliung pada Sabtu malam, 23 Maret 2019. Tembok rumahnya yang roboh sempat menimpa keluarga nelayan tersebut.
 
Angin ribu menerjang Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan mengakibatkan 12 rumah lainnya rusak. Titi dan suami beserta anak-anaknya belum berani masuk ke dalam rumah. Pasangan itu berdiri di teras rumah sembari menerima kunjungan para tetangga yang bersimpati.
 
Sambil menggendong anak ketiganya, Aisyah Ajmalia, Titi berkenan bercerita soal angin kencang merusak yang berlangsung singkat itu. Sekitar pukul 20.30 WIB, ia dan keempat anaknya sedang berada di ruang keluarga. Sementara sang suami duduk di teras depan rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Roli! Roli! (istilah lokal untuk puting beliung-red), waktu ada rame-rame tetangga bilang itu saya nonton televisi, sambil menggendong anak saya (nomor empat) Aulia Azzahra," kenang Titi.
 
Tiga anaknya, Andika Maulana, Shendi Ferdiansyah dan Aisyah sedang tertidur di tempat yang sama. Begitu mendengar teriakan dia berusaha membangunkan tiga anaknya, tapi tak berhasil.
 
"Seketika itu ada material berjatuhan. Mereka tertimpa, saya juga, sambil melindungi anak bontot  dengan mendekapnya," kata dia
 
Material yang berjatuhan tidak cuma berasal dari genting rumahnya. Batako dari rumah tetangganya Supriyanto yang sedang dibangun jatuh menimpa anak-anaknya. Sang suami, Slamet, langsung berlari ke dalam dan menyelamatkan anak dan istrinya.
 
Kemudian, pasangan tersebut berusaha menyelamatkan ketiga anak-anaknya yang tertimpa material rumah. Luka yang diderita tak parah. Andika mengalami luka agak banyak di bagian punggung, kaki dan tangan. Anaknya yang lain berdarah di bagian punggung maupun kepala.
 
Beruntung, setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Kedung 1, keempatnya diperbolehkan rawat jalan.
 
"Alhamdulillah, bisa selamat semua. Paling agak banyak (lukanya) yang paling besar, saya di kepala, anak kedua dan ketiga ada luka tapi tidak banyak. Sementara yang bontot tidak mengalami luka, karena saya peluk erat," ujar Titi sambil meraba luka dibagian kepalanya.
 
Saksi lain, Afiudin mengatakan, puting beliung datang dari arah barat daya . Setelah berputar-putar kencang diatas rumahnya, kemudian angin melesat ke timur.
 
"Setengah sembilan (malam) kejadiannya. Muser-muser(berputar) anginnya, setelah sempat mengangkat kanopi bengkel di halaman rumah, kemudian anginnya pergi ke arah timur, kemudian menghilang," ujarnya.
 
Cuaca burung tidak didahului dengan hujan. Pusaran kencang dari arah laut menuju ke daratan datang dan dianggap warga sudah lazim terjadi. Namun, kejadian tersebut disebutnya yang terbesar.
 
"Genting dapur rumah hancur, sementara kanopi bengkel sama sekali tak bisa diselamatkan," jelasnya.
 
Sekretaris Desa Kedung Malang Vera Widia mengatakan 12 rumah rusak terdampak puting beliung. Kerusakan bervariasi, dari sedang hingga berat.
 
"Sementara yang luka-luka ada delapan, dua dewasa, enam lainnya adalah anak-anak. Selanjutnya kami membuat proposal ke BPBD dan instansi terkait untuk mengajukan bantuan, baik berupa material maupun logistik," urai Vera.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif