Maruf Amin (tengah) bersama tim kampanye DIY untuk memenangkan Jokowi-Amin di Pilpres 2019, Senin, 15 Oktober 2018, Medcom.id - Mustaqim
Maruf Amin (tengah) bersama tim kampanye DIY untuk memenangkan Jokowi-Amin di Pilpres 2019, Senin, 15 Oktober 2018, Medcom.id - Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Komitmen Jokowi-Ma'ruf Amin

Jokowi-Ma`ruf
Ahmad Mustaqim • 15 Oktober 2018 20:38
Yogyakarta: Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin berkomitmen menguatkan sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi harus berkeadilan dan mengandung unsur sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 
 
Ma'ruf Amin sudah panjang lebar membahas komitmen kerakyatan bersama Jokowi. Salah satu poinnya, menghilangkan disparitas atau perbedaan antara pusat dan daerah. Jurang produk nasional dan global sebisa mungkin ditekan. 
 
"(Kita akan) memberdayakan ekonomi rakyat, ekonomi umat, atau ekonomi berkeadilan. Bukan melemahkan yang kuat, tapi menguatkan yang lemah," Ma'ruf Amin saat menemui tim pemenangan di salah satu hotel di Jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta, Senin, 15 Oktober 2018. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ma`ruf Amin, pemerintah sejauh ini kerepotan mengangkat produk Indonesia agar bisa bersaing di dunia global. Dia berjanji bersama Jokowi akan memberi nilai tambah pada produk di Indonesia. 
 
Ma`ruf Amin meyakini strategi yang akan dibangun bersama Jokowi jitu. Strategi itu salah satunya memberi nilai tambah produk coklat di Sulawesi Selatan. Coklat Sulawesi Selatan hanya dihargai Rp1.000, tapi setelah diolah di Singapura menjadi Rp20 ribu. 
 
"Saya menginginkan nilai tambah Rp19 ribu tidak kita berikan ke orang lain, tapi diberikan ke rakyat Indonesia," janji Ma`ruf Amin.
 
Kopi juga begitu. Menurut Ma`ruf Amin, 1 kilogram kopi kini hanya dibandrol US$5 atau Rp75 ribu. Setelah diolah, secangkir kopi bisa berharga Rp50 ribu.
 
Ia menegaskan akan menguatkan industri-industri kecil untuk bisa mendapat nilai tambah. Juga bisa bersaing dengan produk global. 
 
"Untuk mendukung itu kita perlu membangun sumber daya manusia. Kita ubah menjadi human kapital atau modal manusia. Dengan manusia terampil dan kompeten, pembangunan ke depan lebih baik, maju, dan sejahtera," ujarnya. 
 
Jika langkah itu berhasil, ia meyakini Indonesia akan lebih baik ke depan. "Itu yang ingin kita bangun. Sehingga 2024 Indonesia bisa tinggal landas. Pilpres ini harus dimenangkan capres cawapres nomor 1," kata dia. 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif