Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Diminta Dibawa ke Ranah Hukum

Patricia Vicka 09 November 2018 14:57 WIB
pemerkosaan
Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Diminta Dibawa ke Ranah Hukum
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Susana Yembise usai menjadi pembicara dalam acara kuliah umum Gender Equality Dalam Era Digital Innovation di Indonesia di UGM Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018. Medcom.id/ Patricia Vicka, .
Yogyakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) mendorong penyelesaian kasus pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) dibawa ke ranah hukum. Pasalnya undang-undang sudah menjamin perlindungan dan keamanan para wanita dari kejahatan kekerasan seksual.

Menteri PPA Yohana Susana Yembise mengatakan, Kementeria PPA turun tangan mendampingi penyelesaian kasus ini.

"Kekerasan seksual harus berhadapan dengan hukum. Karena Undang-Undang sudah ada yang menjamin perlindungan, kami akan dampingi proses ini," kata Yohana usai menjadi pembicara dalam acara kuliah umum Gender Equality Dalam Era Digital Innovation di Indonesia di UGM Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018.


Baca: Mahasiswa UGM Diperkosa Teman KKN

Yohana menjelaskan, alasan kuat kasus ini harus didorong ke ranah hukum adalah tindakan asusila ini terjadi dalam lingkup kegiatan kampus. Seharusnya kegiatan kampus bisa memberi keamanan kepada mahasiswi.

Menurut Yohana, pihaknya juga sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk mengusut kasus ini. Dirinya sudah berkordinasi dengan Pemda DIY untuk menanyakan duduk perkara sekaligus kelanjutan penyelesaian kasus ini.

"Sudah kami cek sampai mana penyelesaiannya ke kepala Dinas DIY. Kita masih melihat apakah ini akan dilanjutkan ke ranah hukum," jelas Yohana.

Berdasarkan laporan yang diperoleh, Yohana mengatakan UGM sedang melakukan mediasi dengan keluarga korban dan pelaku. Mediasi ini dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian.

Sebelumnya seorang mahasiswi berinisial AN diperkosa teman sekampusnya, HS pada 2017. Saat itu korban dan pelaku sedang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku. Kasus itu terungkap dalam laporan Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id