Seorang siswa MA Ummatan Washatan saat melintasi jembatan darurat penghubung Dusun Tilaman, Desa Wukirsari dengan Dusun Kerten, Desa Imogiri di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 21 Maret 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Seorang siswa MA Ummatan Washatan saat melintasi jembatan darurat penghubung Dusun Tilaman, Desa Wukirsari dengan Dusun Kerten, Desa Imogiri di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 21 Maret 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Warga Bantul Butuh Jembatan Darurat untuk Akses Siswa

bencana alam bencana banjir
Ahmad Mustaqim • 21 Maret 2019 18:36
Bantul: Pembangunan jembatan penghubung Dusun Tilaman, Desa Wukirsari dengan Dusun Kerten, Desa Imogiri di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendesak dilakukan. Jembatan sebagai akses jalan satu-satunya itu hilang akibat banjir yang terjadi pada Minggu, 17 Maret 2019. 
 
Urgensi pembangunan jembatan di atas sungai celeng itu yakni keberadaan Madrasah Aliyah (MA) Ummatan Washatan. Sekolah setingkat SMA itu menjadi tempat belajar untuk 65 siswa. 
 
"Kami sejauh ini pakai jembatan darurat dari bambu buat melintas. Selasa kemarin baru ada jembatan darurat," kata Kepala MA Ummatan Washatan, Subardi kepada Medcom.id, Kamis, 22 Maret 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jembatan darurat yang dipakai saat ini terbuat dari batang bambu. Ada sebanyak lima batang bambu yang dirangkai menjadi jembatan darurat. Jembatan itu ditambah dengan sejumlah tali sebagai penguat agar bisa menahan beban.
 
"Tapi kalau hujan besar dan banjir lagi, jembatan (darurat) pasti hanyut. Kami butuh jembatan permanen secepatnya," ujarnya. 
 
Menurut dia, tak ada indikasi jembatan dari beton bisa rusak terkena banjir. Ia mengatakan, tak ada indikasi adanya retakan saat jembatan masih digunakan untuk melintas. 
 
Ia menduga, kondisi banjir yang terjadi akhir pekan lalu lebih parah dibanding tahun 2018. "Tahun lalu pernah banjir, masuk ke kelas juga tapi ketinggiannya paling 20 sentimeter," kata dia. 
 
Posisi MA Ummatan Washatan memang berdekatan dengan sungai celeng. Jaraknya kurang dari 50 meter. Menurut Subardi, pembangunan sekolah dilakukan di atas tanah wakaf. 
 
Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah itu numpang di SD Imogiri. "Setelah ada wakaf dari masyarakat kami pindah. Gedung dibangun 2004," kata dia. 
 
Pihak sekolah akan memindahkan sejumlah ruangan penting di bangunan lantai dua, seperti kantor guru, administrasi, laboratorium, serta perpustakaan. 
 
"Jembatan permanen sangat penting, apalagi sekolah mau penerimaan peserta didik baru. Kalau aksesnya jelek, minat masyarakat sekolah di sini bisa kecil," kata dia. 
 
Anggota Komisi Atau DPRD Bantul, Amir Syarifudin mengatakan Dinas Pekerjaan Umum setempat sempat mengecek lokasi tersebut. Menurut dia, perbaikan jembatan harus segera dilakukan dengan desain posisi lebih tinggi. 
 
"Apalagi di dekat sini ada rumah Ketua DPRD (Bantul) dan wakil bupati. Ini urusan pendidikan, tak boleh terlambat. Masalah ini sudah dirapatkan, bisa pakai dana darurat," ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Bantul ini. 
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif