Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi di kantor ORI Perwakilan DIY, Rabu, 2 Januari 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi di kantor ORI Perwakilan DIY, Rabu, 2 Januari 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Ombudsman Berencana Panggil Paksa Rektor UGM

pemerkosaan
Ahmad Mustaqim • 02 Januari 2019 17:45
Yogyakarta: Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memanggil paksa Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono. Selama tiga kali diminta kehadiran untuk konfirmasi kelengkapan data tentang kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi UGM, Panut selalu tak bisa hadir.
 
Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi mengatakan, pihaknya sudah tiga kali meminta kehadiran Panut sebagai pimpinan universitas untuk konfirmasi sejumlah hal. Permintaan kehadiran itu dilakukan pada 13, 31 Desember 2018, dan 2 Januari 2019. Asisten ORI Perwakilan DIY juga sempat mendatangi kantornya pada 31 Desember 2019, namun tak Panut tidak bisa ditemui.
 
"Hari ini panggilan terakhir, tapi tidak datang. Sudah mengabari (Rektor UGM) bersedia dikonfirmasi tapi diminta ke kantornya. Setelah kami rapatkan, ORI akan melakukan pemanggilan," kata Budhi di kantor ORI Perwakilan DIY, Rabu, 2 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budhi menjelaskan, permintaan kehadiran Rektor UGM dilakukan untuk memberikan kesempatan sebelum pemanggilan. Ia mengatakan, pihaknya sudah hampir melengkapi berkas investigasi terkait dugaan kasus pemerkosaan mahasiswa berinisial H terhadap mahasiswi berinisial S.
 
Budhi menegaskan, investigasi yang ORI lakukan ini untuk melihat penyebab berlarutnya penanganan kasus. Sejumlah pihak yang sudah dimintai keterangan di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UGM, Dekan Fakultas Teknik UGM, Ketua Tim Investigasi UGM, hingga dosen pembimbing lapangan saat KKN.
 
"Draftnya (hasil investigasi) hampir selesai. Ada temuan yang menarik adanya dugaan berlarut penanganan kasus ini. Lalu dugaan pemasukan nama (terduga pelaku) H dalam daftar wisuda yang tak sesuai prosedur," ungkap Budhi.
 
Budhi mengutarakan, dua hal itu jadi salah satu materi yang hendak dikonfirmasi ke Panut. Selain itu, total ada sebanyak tujuh pertanyaan yang hendak disampaikan ombudsman kepada Panut.
 
"Sore ini kami akan lakukan pemanggilan pertama (kepada Panut). Ada mekanisme pemanggilan pertama, kedua, dan ketiga. Jika pemanggilan ketiga tak hadir, akan dilakukan pemanggilan paksa. Kami akan koordinasi dengan Polda (DIY) (untuk kerja sama pemanggilan paksa). Tapi semoga bisa hadir (tanpa pemanggilan paksa)," ungkap Budhi. 
 
Rektor UGM, Panut Mulyono irit berbicara menanggapi langkah ombudsman tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah memasrahkan kasus itu kepada bagian hukum dan organisasi UGM. "Terima kasih, saya lagi rapat," singkat Panut. 
 
Kasus di UGM ini juga tengah berjalan di ranah hukum yang ditangani Polda DIY. Polda DIY telah memeriksa 19 saksi dalam kasus itu. Meski demikian, belum ada penetapan tersangka yang dilakukan kepolisian.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif