Napi Terorisme di Slawi Resah
Ilustrasi tahanan di penjara, Medcom.id - M Rizal
Tegal: Dua narapidana kasus terorisme (napiter) yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Slawi, Kabupaten Tegal, merasa resah dengan kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Empat hari lalu, kerusuhan di Rutan Mako Brimob mengakibatkan lima polisi gugur. Sementara ratusan narapidana teroris dipindah ke Lapas Nusakambangan.

"Mereka pernah ditahan juga di Mako Brimob. Bahkan salah satu dari mereka memiliki kakak yang juga ditahan di Mako Brimob," kata Kapala Lapas Klas II B Slawi, Agus Prakosa, Minggu, 13 Mei 2018.

Baca: Usai Kerusuhan, Mako Brimob Dijaga Ketat


Dua narapidana yaitu Joko Mulyanta dan Arif Hidayatullah. Agus mengatakan kedua narapidana itu sudah berubah dan kooperatif.

Agus mengungkapkan, berdasarkan vonis hukuman yang sudah dijatuhkan pengadilan, Joko harus menjalani pidana penjara selama empat tahun dan baru akan bebas pada 2020 mendatang. Sedangkan Arif Hidayatullah harus mendekam di penjara selama enam tahun‎dan baru akan bebas pada 2021 mendatang.‎ 

"Arif Hidayatullah yang sebelumnya paling lama ditahan di Mako Brimob bersama kakaknya. Kakaknya ini juga ikut dipindah ke Nusakambangan," terangnya. 

Menurut Agus, selain sudah menunjukkan perubahan perilaku, keduanya juga sudah berbaur dengan para napi dan tahanan lainnya. Hanya saja, mereka menempati sel terpisah.

"Hingga kini, kami terus melakukan pembinaan-pembinaan," pungkasnya. 



(RRN)