Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 29 Maret 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim.
Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 29 Maret 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Jalan Masuk ke Tempat Sampah Piyungan Mulai Dibuka

sampah
Ahmad Mustaqim • 29 Maret 2019 14:31
Yogyakarta: Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, mulai dibuka. Situasi ini langsung membuat antrean panjang mobil pengangkutan sampah di sepanjang jalan area TPST.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, R. Sutarto mengatakan, pembukaan akses ini kali pertama usai penutupan sejak Minggu, 24 Maret 2019. Proses pembuangan sampah akan dijadwal bergantian lantaran terjadi banyak tumpukan sampah di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. 
 
"Untuk pertama sampah dari Kabupaten Bantul Kabupaten Sleman. Besok ganti (sampah) dari Kota Yogyakarta," kata Sutarto di area TPST Piyungan, Jumat, 29 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sutarto mengatakan, pihaknya tengah fokus pengaturan akses keluar masuk kendaraan pengangkut sampah. Hal ini untuk mengptimalkan proses jalannya hilir mudik kendaraan lantaran sampah diperkirakan dalam volume besar. 
 
Pantauan Medcom.id, tumpukan sampah di Kota Yogyakarta masih banyak. Tumpukan selain di Jalan Hayam Wuruk, juga di area Kecamatan Pakualaman, hingga Jalan Pierre Tendean Kecamatan Wirobrajan. 
 
Sutarto berharap pembuangan sampah yang mencapai ribuan ton bisa segera selesai. Nantinya, proses akan dilanjutkan dengan perbaikan akses jalan di sekitar TPST. "Harapannya ke depan bisa membuka jalan ke sini (TPST) untuk mengantisipasi antrean," beber Sutarto.
 
Sementara Koordinator Komunitas Pemulung TPST Piyungan, Maryono mengaku tak bisa menahan lama penutupan akses jalan masuk. Ia menyatakan warga memutuskan membuka akses jalan masuk TPST lantaran mengikuti perintah gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
 
Ia menuturkan sudah menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah DIY. Mulai dari perbaikan akses jalan, pembuatan dermaga, perbaikan saluran drainase, hingga tuntutan kompensasi. 
 
Maryono berharap seluruh tuntutan bisa terpenuhi meski tidak bersamaan. "Memang tuntutan perlu dibicarakan lagi," pungkas Maryono.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif