Jepara Tolak Kirim Seniman Ukir ke Malaysia
Bupati Jepara (kiri) menunjukkan salah satu hasil ukiran kepada Menteri Pembangunan Usahawan Pembangunan Malaysia, Medcom.id - Rhobi Shani
Jepara: Pemerintah kerajaan Malaysia meminta tenaga ahli ukir dari Jepara, Jawa Tengah, untuk membangkitkan seni ukir di negara tersebut. Namun Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menolak permintaan tersebut.

Menteri Pembangunan Usahawan Pembangunan Malaysia, Mohd Redzuan Yusuf, mendatangi Jepara pada Senin, 22 Oktober 2018. Ia menyampaikan langsung permintaan itu kepada Marzuqi.

"Kami mau belajar dan mengembangkan lagi seni ukir di Malaysia yang sudah pupus, untuk menarik minat generasi muda berkecimpung di seni ukir," kata Redzuan di Pendapa Kabupaten Jepara.


Redzuan mengaku sebanyak 400 pengukir membuka usaha di Malaysia. Mereka berlokasi di Selangor, Johor, Kelantan, dan Malaka.

Tapi minat pada seni ukir merosot. Generasi muda enggan lagi mempelajari kesenian tersebut.

Pemerintah Malaysia berusaha mengembalikan minat tersebut. Seperti, mengirimkan peseni ukir Malaysia untuk belajar di Jepara.

"Kali ini, kami ingin tenaga ahli ukir Jepara dikirim ke Malaysia. Dengan adanya live demontrasi dari Jepara contohnya, kita membawa pelatih dari Jepara untuk di centre-centre yang sudah ada mungkin ini boleh menarik anak-anak muda di Malaysia. Fasilitasnya ada,” kata Redzuan.

Menanggapi permintaan itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan belum dapat memenuhi permintaan itu. Namun ia tak keberatan bila Malaysia ingin belajar di Bumi Kartini.

“Rasa nasionalisme kami berkait permintaan itu, belum bisa kami penuhi. Karena kita tahu secara kelembagaan mereka baik, tapi di tingkat bawah seperti yang kita ketahui bersama. Reog Ponorogo diakui, belakangan batik, nanti jangan-jangan seni ukir Jepara diakui,” tandas Marzuqi usai menerima kunjungan tersebut.

 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id