Ada Ambulans Bermotif Doraemon Layani Anak Korban Kekerasan

Kuntoro Tayubi 14 September 2018 11:32 WIB
kekerasan seksual anak
Ada Ambulans Bermotif Doraemon Layani Anak Korban Kekerasan
Jajaran pejabat Pemkab Brebes berpose di motor ambulans berdesain Doraemon sebagai salah satu fasilitas di poliklinik khusus anak korban kekerasan seksual, Jumat 14 September 2018, Medcom.id - Kuntoro
Brebes: Polres Brebes, Jawa Tengah, meningkatkan pelayanan untuk menangani anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual di kabupaten tersebut. Lantaran itu, Polres menyediakan poliklinik korban kekerasan seksual anak untuk mempermudah penanganan perkara.

Poliklinik itu berlokasi di Markas Polres Brebes, Jalan Jenderal Sudirman. Petugas di poliklinik akan melakukan pemeriksaan visum dan menangani dampak kekerasan seksual pada psikologi anak-anak yang menjadi korban.

"Fasilitas di sini pun dibuat untuk disukai anak-anak. Misal sepeda motor mainan ambulans bermotif Doraemon, ruang bermain, dan ruang pemeriksaan. Didesain ceria agar korban merasa nyaman di ruangan ini," kata Kepala Poliklinik Polres Brebes Nani Yulia dalam peresmian UPT tersebut, Jumat, 14 September 2018.



(Pejabat Polres dan SKPD Brebes meresmikan poliklinik khusus layani anak-anak korban kekerasan, Jumat, 14 September 2018, Medcom.id - Kuntoro)

Penanganan pada anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, kata Nani, melibatkan berbagai lembaga. Seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB); Dinas Sosial; UPPA Polres, Satuan Binmas; Kejari; Pengadilan Negeri; Departemen Agama, hingga lembaga swadaya seperti PPT Tiara.

Sementara itu Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Didiet Budi mengatakan poliklinik itu merupakan satu-satunya di provinsi tersebut. Didiet berharap poliklinik itu menjadi rujukan bagi daerah lain untuk menangani dan melindungi anak-anak.

Peresmian poliklinik dihadiri Bupati Brebes Idza Priyanti dan jajaran. Idza berharap poliklinik itu mampu menangani anak-anak yang menjadi korban.

"Apalagi tempatnya ramah anak, dan ditangani oleh tenaga propesional yang ahli dibidangnya,” ungkap Idza.

Data di Polres Brebes menyebutkan, sepanjang 2018, menangani 43 anak yang menjadi korban kekerasan. Sebanyak 80 persen merupakan korban kekerasan seksual. 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id