Jumlah Juru Parkir Bandel di Yogyakarta Meningkat

Ahmad Mustaqim 23 Juni 2018 17:36 WIB
parkir liar
Jumlah Juru Parkir Bandel di Yogyakarta Meningkat
Selembar kartu parkir di Yogyakarta yang tarifnya diubah, dok: istimewa
Yogyakarta: Juru parkir pelanggar aturan saat libur lebaran di Kota Yogyakarta meningkat dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Pemkot Yogyakarta menindak 17 juru parkir, tahun ini ada 21 juru parkir yang ditindak akibat melakukan pelanggaran. 

Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Imanuddin Aziz menjelaskan, juru parkir yang ditindak tahun ini dari parkir resmi maupun parkir liar. Salah satu jenis pelanggarannya yakni menarik biaya parkir dengan tidak nilai tak wajar. 

"Dari 21 juru parkir yang kami tindak, empat di antaranya adalah juru parkir resmi," kata Aziz saat dihubungi pada Sabtu, 23 Juni 2018. 


Ia menuturkan, juru parkir pelanggar aturan itu didominasi pelaku baru. Mereka beroperasi di sejumlah titik di sekitar obyek wisata atau pusat perbelanjaan Kota Yogyakarta, salah satunya di Mirota Kampus Jalan C. Simanjuntak. Selain itu, juru parkir yang ditindak berada di sekitar obyek wisata Kebun Binatang Gembira Loka pada Rabu, 20 Juni 2018. 

Berdasar Perartuaran Daerah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retibusi Jasa Umum tarif retribusi pada satuan ruang parkir di tepi jalan umum kawasan I, tarif parkir termahal sebesar Rp30 ribu dan berlaku pada truk gandeng sumbu III. Untuk mobil pribadi besaran tarif Rp2 ribu dan sepeda motor Rp1 ribu.

Di lapangan, para juru parkir itu menarik biaya parkir sebesar Rp30 ribu per mobil. "Untuk bus mereka narik biaya Rp60 ribu," ujarnya. 

Menurut Aziz, Pemkot Yogyakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja akan memproses hukum para juru parkir pelanggar aturan itu pada Senin, 25 Juni 2018. Mereka akan disidang dilimpahkan ke Pengadilan dengan dakwaan tindak pidana ringan. Sementara itu, empat juru parkir resmi pelanggar aturan akan dipertimbangkan pencabutan izinnya. 

Mengacu Perda Nomor 5 Tahun 2012, Aziz menambahkan, para juru parkir tersebut bisa dipidana maksimal tiga bulan. Selain itu, mereka juga bisa dikenai denda maksimal Rp50 juta. 

Ia berharap proses hukum yang berjalan bisa menjadi efek jera bagi pelaku dan juru parkir lain agar tidak melakukan pelanggaran. "Kami upayakan penindakan tegas. Sanksi maksimal akan kami pertimbangkan," kata dia. 



(RRN)