Aktivitas maskapai penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Minggu, 9 Juni 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Aktivitas maskapai penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Minggu, 9 Juni 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Penurunan Penumpang di Bandara Adisutjipto Diklaim Terkecil

arus balik Mudik Lebaran 2019
Ahmad Mustaqim • 09 Juni 2019 18:04
Yogyakarta: Jumlah penurunan penumpang di Bandara Adisutjipto Yogyakarta selama lebaran 2019 diklaim paling kecil dibanding bandara lain. Selain keberadaan bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, penurunan juga disebut karena banyak pilihan moda transportasi. 
 
General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengatakan penurunan jumlah penumpang sekitar 17 persen dibanding tahun lalu. Jika 2018 jumlah penumpang lebaran sebanyak 281.361, tahun 2019 ada sebanyak 230.876 penumpang. 
 
"Sehingga (penurunan) sekitar 17 persen. Di Solo (Bandara Adisumarmo) di atas 45 persen penurunannya. Bandara di Cengkareng penurunannya luar biasa. Ditambah YIA kita (jumlah penumpang) relatif stabil," kata Agus di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Minggu, 9 Juni 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Agus, faktor penurunan jumlah penumpang ini karena tingginya harga tiket pesawat. Ia menilai, banyaknya pilihan moda transportasi juga menjadi faktor lain, seperti kereta api, akses jalan tol yang mendukung penggunaan kendaraan pribadi, serta sejumlah moda transportasi umum yang lain. 
 
Agus menilai, animo masyarakat menggunakan maskapai penerbangan di Yogyakarta cukup baik. Dibanding periode Januari-Mei, pada puncak arus balik di Bandara Adisutjipto Sabtu, 8 Juni 2019, jumlah penumpang mencapai 23.727. Padahal, periode Januari-Mei hanya berkisar 12 ribu penumpang dalam sehari. "Peningkatan hampir 100 persen dibanding low session," ujarnya. 
 
Ia mengatakan, bandara YIA juga menaruh minat banyak penumpang. Dalam sehari, ada sekitar seribu penumpang di bandara tersebut. Setidaknya, hal itu ditopang dengan keberadaan operasional penerbangan komersial Citilink jurusan Jakarta serta Batik Air yang sudah membuka tiga rute baru, yakni Palangkaraya, Denpasar, Jakarta. 
 
 "Total ada 29 extra flight di Yogyakarta, beberapa dilakukan di YIA. Ada Garuda Indonesia dan AirAsia. Tapi tanggalnya beda, seperti AirAsia yang mengambil extra flight pada 11, 12, 13 Juni. Garuda sudah mulai sejak arus mudik," kata dia. 
 
Ia menilai, keberadaan YIA memperluas jangkauan penumpang tak hanya dari DIY. Adapun penumpang bisa menjangkau dari wilayah Purworejo hingga Cilacap. 
 
"Paling banyak (tujuan) ke Jakarta. Tapi Batik Air tujuan Palangkaraya saat pertama kali dibuka sudah ada 156 penumpang," ujarnya. 
 
Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam mendukung transportasi penunjang. Koordinasi ini untuk penyesuaian jadwal kereta api dengan jadwal penerbangan di Bandara YIA.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif