Direktur Utama Bulog Budi Waseso (tengah) di Sukoharjo. Medcom.id/Pythag Kurniati
Direktur Utama Bulog Budi Waseso (tengah) di Sukoharjo. Medcom.id/Pythag Kurniati (Pythag Kurniati)

Jutaan Ton Beras Bulog Terancam Busuk

pangan stok beras
Pythag Kurniati • 21 Juni 2019 16:28
Sukoharjo: Jutaan ton beras yang ada di berbagai daerah gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) terancam busuk. Stok beras tersebut tidak disalurkan padahal gudang berkapasitas 2,6 juta ton sudah hampir penuh.
 
"Sedangkan saat ini sudah terisi 2,3 juta ton," kata Direktur Utama Bulog Budi Waseso usai menghadiri panen perdana sawah Universitas Sebelas Maret (UNS) di Sukoharjo, Jumat, 21 Juni 2019.
 
Menurutnya, Bulog saat ini masih menyerap hasil panen petani dengan kisaran 10 ribu ton per hari. Kalau tidak disalurkan sampai akhir Agustus, stok beras Bulog bisa sampai 3 juta ton.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bulog tak lagi terlibat penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) program pemerintah. Tugas Bulog saat ini hanya menjamin ketersediaan, jangkauan dan kestabilan harga.
 
"Perlu dipahami, Bulog menyerap panen petani itu pakai utang bank, bunganya komersil. Sementara beras kita tidak disalurkan, lama-lama kualitas menurun, harganya turun," kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu.
 
Belum lagi permasalahan impor beras yang menurutnya tak sesuai dengan kebutuhan. Dia menyebut adanya kartel dan oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk kepentingan pribadi.
 
"Sekarang yang terjadi masih ada kepentingan mafia kartel. Mereka masih menjadi penyalur BPNT. Program ini malah jadi ladang bisnis untuk mereka," katanya.
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif