Letusan Freatik Gunung Merapi Kembali Terjadi
Pedagang mengemasi barang dagangannya saat evakuasi dilakukan di kawasan wisata Bungker Kaliadem, Sleman, Selasa 22 Mei 2018, Ant - Andreas Fitri Atmoko
Yogyakarta: Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada Rabu dinihari, 23 Mei 2018. Letusan terjadi pada pukul 03.31 WIB dengan durasi empat menit dan ketinggian lontaran material 2.000 meter.  

Letusan itu menjadi yang keempat kalinya sejak Senin, 21 Mei 2018. Letusan freatik yang terjadi hari Senin pada masing-masing terjadi pukul 01.25 WIB durasi 19 menit ketinggian kolom erupsi 700 menit; pukul 09.38 WIB durasi enam menit ketinggian kolom erupsi 1.200 meter; dan pukul 17.50 durasi tiga menit ketinggian kolom erupsi tidak teramati. 

Letusan freatik itu juga disertai kegempaan vulkanik Gunung Merapi sekali, gempa Tremor sekali, gempa guguran dua kali, dan gempa letusan tiga kali. Status Gunung Merapi hingga kini masih waspada sejak 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB. 


Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida meminta masyarakat tetap tenang. "Kami memantau aktivitas Gunung Merapi selama 24 jam," kata Hanik lewat siaran persnya pada Rabu, 23 Mei 2018. 

Ia menambahkan, area tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi harus tetap bebas dari aktivitas manusia. Hal ini sebagai antisipasi atas situasi gunung tersebut. 

"Terusnya perbarui informasi lewat lembaga yang berwenang. BPPTKG, pmerintah setempat, dan BPBD," ungkapnya. 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id