Pemerintah Kota Semarang meminta nasihat duta air dari Belanda, Henk Ovink, untuk mengatasi banjir. Medcom.id/Mustholih
Pemerintah Kota Semarang meminta nasihat duta air dari Belanda, Henk Ovink, untuk mengatasi banjir. Medcom.id/Mustholih (Mustholih)

Semarang Berguru ke Mantan Penasihat Obama soal Banjir

krisis air bencana banjir semarang
Mustholih • 14 Maret 2019 07:26
Semarang: Pemerintah Kota Semarang meminta nasihat duta air dari Belanda, Henk Ovink, untuk mengatasi banjir yang masih membayangi Ibu Kota Jawa Tengah tersebut. Penasihat senior mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama tersebut dinilai mampu menanggulangi banjir di Kota Semarang.
 
"Ketika saya pertama kali menjabat sebagai Wali Kota Semarang, banyak yang berpesan kalau mau jadi legenda cukup tangani permasalahan banjir. Ini menunjukkan begitu peliknya persoalan banjir di Kota Semarang," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 13 Maret 2019.
 
Semasa Amerika dipimpin Obama, Henk Ovink pernah berhasil mengatasi masalah Badai Topan Sandy di negeri adidaya itu. Tuah Henk Ovink diharapkan bisa terulang di Semarang, Jawa Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Maka, hari ini saya berterima kasih kepada Mr. Henk Ovink bersama Kerajaan Belanda yang memberi perhatian kepada Kota Semarang. Permasalahan banjir semoga dapat tuntas tertangani," ujar Hendrar Prihadi.
 
Hendrar Prihadi memuji Henk Ovink sebagai pakar di bidang pengelolaan air. Henk dinilai bisa memberi solusi terhadap sejumlah masalah pengelolaan air di Kota Semarang.
 
Hendrar Prihadi menyatakan masalah pertama yang hingga kini membayangi Semarang adalah soal pengambilan air tanah di sembilan kawasan industri, kedua, masalah suplai dan distribusi air untuk masyarakat perkampungan, ketiga, masalag banjir rob di wilayah pesisir.
 
Keempat, masalah penyerapan air kiriman dari daerah Semarang Atas. Selanjutnya, masalah perbaikan sistem drainase kota.
 
"Mr. Henk Ovink memberi sebuah teori bagaimana Kota Semarang dapat menahan dan mengelola air hujan, sehingga tidak cepat mengalir menuju lautan atau menyebabkan banjir," jelas Hendrar Prihadi.
 
Henk Ovink menyatakan sudah melakukan penjajakan dengan Kota Semarang sejak September 2018 untuk mengatasi banjir. Menurut Henk Ovink, 2,1 miliar penduduk dunia saat ini terpaksa harus memanfaatkan air tercemar.
 
Karena persoalan air, kata Ovink, 25 juta penduduk dunia terpaksa mengungsi akibat bencana perubahan iklim. "Permasalahan air bersih ini menjadi masalah bersama, lintas bangsa, dan negara. Butuh komitmen seluruh warga dunia untuk mengolah dan memanfaatkan air seefektif mungkin," ujar Ovink.
 
Henk Ovink hadir didampingi Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia Rob Swartbol, Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian PUPR Trisasongko Widianto, dan Kepala Sub Direktorat Kelembagaan Informasi dan Regulasi Bappenas Reghi Pradana.
 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif