Sepekan Banjir, Ribuan Warga di Pekalongan masih Mengungsi

Kuntoro Tayubi 28 Mei 2018 15:23 WIB
banjir
Sepekan Banjir, Ribuan Warga di Pekalongan masih Mengungsi
Warga di Pekalongan mengungsi karena banjir masih merendam hingga Senin 28 Mei 2018, Medcom.id - Kuntoro
Pekalongan: Banjir laut pasang masih merendam tiga kecamatan di Pekalongan, Jawa Tengah, hingga Senin, 28 Mei 2018. Ribuan warga juga masih bertahan di pengungsian.

Pemerintah Kota Pekalongan menerapkan status tanggap darurat banjir rob. Bantuan juga terus mengalir.

Pengungsi tetap bertahan di masjid, sekolah, dan kantor kecamatan. Sebab banjir masih merendam tiga kecamatan dengan ketinggian air sampai 100 centimeter. Kondisi itu terjadi di Kecamatan Pekalongan Utara, Barat, dan Tirto.


Sedangkan dapur umum berpusat di Gedung Olahraga (GOR) Jatayu Pekalongan. Relawan memasak, menyediakan, dan menyuplai kebutuhan pangan untuk korban bencana.

"Setiap hari kami menyiapkan 15 ribu nasi bungkus untuk kebutuhan berbuka dan makan sahur warga yang menjadi korban," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Keluarga berencana Kota Pekalongan Amri Cusniaty.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan banjir melanda sudah lebih sepekan. Korban, lanjutnya, membutuhkan bantuan mulai dari makanan, air bersih, obat, dan pakaian.

Menurut Saelany, status tanggap darurat bencana rob berlaku hingga 14 hari ke depan. Sebab, banjir tak kunjung surut.

Selain memberikan bantuan langsung, lanjutnya, Pemkot juga terus mengejar pembuatan tanggul penahan rob di pesisir utara tahap tiga sepanjang 2.150 meter. Itu bertujuan untuk menjaga agar banjir tidak terjadi lagi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Bambang Sudjatmiko mengatakan rumah warga masih terendam. Air tak bisa mengalir keluar.

"Kalau siang ketinggian air sekitar 40 cm, sedangkan malam hari bisa mencapai 70 cm,” ungkap Saelany.

Di Pekalongan, ujar Saelany, banjir merendam 11 desa dan kelurahan. Kondisi pengungsi, lanjut Bambang, baik dan sehat. Mereka mendapatkan penanganan medis dari puskesmas. 

"Kondisi kesehatan pengungsi sudah dilayani oleh Dinkes, puskesmas 24 jam dan puskesmas keliling. Kami juga siapkan sekitar seribuan lebih nasi bungkus untuk makan sahur dan buka puasa pengungsi," tambahnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id