Perbaikan Generasi Dimulai dari Perempuan
Menteri BUMN, Rini Sumarno saat pembukaan Sidang Umum ke 35 Dewan Perempuan Internasional dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, di Hotel Inna Malioboro Yogyakarta, Kamis, 13 September 2018. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Yogyakarta: Dewan Perempuan Internasional (Internasional Council of Women) mendorong perempuan lebih banyak terlibat dalam berbagai bidang di setiap negara. Perempuan dianggap bisa menjadi salah satu kunci memperbaiki kehidupan suatu negara.

"Perbaikan kehidupan suatu negara bisa dimulai daru perempuan dan anak-anak. Tapi perempuan selama ini masih dipinggirkan," kata Ketua Dewan Perempuan Internasional, Jungsook Kim dalam pembukaan Sidang Umum ke-35 Dewan Perempuan Internasional dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, di Hotel Inna Malioboro, Yogyakarta, Kamis, 13 September 2018.

Peran serta perempuan dalam suatu negara sudah banyak contohnya. Ia mengatakan sudah ada 17 perempuan yang menjabat sebagai pemimpin negara. Baginya, perempuan memiliki kekuatan luar biasa. "Ini yang perlu didorong," ucapnya.


Menteri BUMN, Rini Sumarno mengatakan perempuan di Indonesia sudah mendapat porsi cukup bagus. Setidaknya, ada delapan menteri perempuan duduk di kabinet pemerintahan.

Selain Rini, ada Retno Lestari Marsudi (Menteri Luar Negeri), Nila Faried Moeloek (Menteri Kesehatan), Siti Nurbaya Bakkar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Yohana Yembise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak), Puan Maharani (Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan), Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), dan Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan).

"Ini menjadi yang terbesar di sepanjang sejarah, perempuan menempati tempat strategis," kata dia.

BUMN telah berupaya menyejahterahkan masyarakat dengan membangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes), salah satunya di sekitar kawasan Candi Borobudur. Setidaknya, ada 20 Balkondes yang dibangun oleh 20 BUMN.

"Peran Balkondes ini untuk menyejahterakan masyarakat di sekitar candi Borobudur. Di sana, ada situasi warisan budaya tapi masyarakatnya tetap miskin. Harapannya ini akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat," kata dia.

Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Adipati Arya Paku Alam X, mengatakan kajian pada kreativitas perempuan tak pernah berhenti di tengah melonjakkan peran laki-laki. Pihaknya mendukung perempuan untuk bisa memposisikan diri sebagai figur yang mandiri.

"Ini harus terus dilakukan untuk mewujudkan kemandirian abadi. Perempuan akan dihargai di tengah kehidupan masyarakat," ujarnya.

Acara yang berlangsung hingga 20 September 2018 ini dihadiri sekitar 150 orang delegasi dari 18 negara anggota ICW, organisasi perempuan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka datang dari Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Belgia, Fiji, Filipina, Finlandia, India, Indonesia, Korea Selatan, Lebanon, Malta, Papua Nugini, Prancis, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Taiwan, dan Turki.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id