Menhan: Saling Hujat Jadi Malapetaka
Menhan Ryamizard meresmikan program bela negara PGN Jateng/Medcom.id/Budhi Arista
Semarang: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan setiap organisasi masyarakat (ormas) tak boleh saling menghujat. Mereka harus mencintai negara dan menjaga persatuan bangsa.

"Hujat menghujat, fitnah memfitnah, yang dihujat saudaranya sendiri, itu tidak boleh. Dalam Islam dikatakan jangan kau putus silaturahmi di antara kamu, maka tidak akan diberikan rahmat. Artinya itu malapetaka," tegas Ryamizard saat meresmikan program bela negara bagi 15 ribu anggota Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Tengah di di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, Sabtu, 17 November 2018.

Ia menjelaskan niat menjelek-jelekkan orang lain sama sekali tak bermanfaat. Ia yakin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mampu bertahan bila semua orang mencintai bangsa dan negara.


Ryamizard optimistis Indonesia aman dan damai bila kebiasaan saling fitnah 'diusir' dari lingkungan masyarakat. Terlebih, kerukunan antarumat beragama yang menjadi cerminan Pancasila.

"Pancasila itu perwujudan kalau Islam. Itu lakum dinukum waliyadin. Tidak usah ngomong masuk surga neraka, itu urusan Tuhan. Kita bersatu bela negara saja," tegas dia.

Selain berorasi, Ryamizard juga memasangkan jaket bela negara kepada perwakilan anggota PGN Jateng. Kegiatan ini, terang dia, mengingatkan pada sejarah Indonesia.

Generasi muda Indonesia bersatu mulai pengucapan sumpah pemuda hingga proklamasi. Semua bertekad menyatu, tak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik.

"Kita itu sudah jadi satu dalam keberagaman agama. Namanya bangsa Indonesia ya dari Aceh sampai Papua. Punya ragam agama, ada Protestan, Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Buddha, itulah indonesia," tekan dia.

Ia juga meminta anggota PGN Jateng menangkal ujaran kebancian. Semua orang baik, kata dia, pasti bergerak ketika melihat kejahatan merajalela.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id