KPU melaporkan pengembalian sisa anggaran pelaksanaan Pilgub Jateng 2018 ke Gubernur Ganjar Pranowo, Rabu, 2 Februari 2018, Medcom.id - Mustholih
KPU melaporkan pengembalian sisa anggaran pelaksanaan Pilgub Jateng 2018 ke Gubernur Ganjar Pranowo, Rabu, 2 Februari 2018, Medcom.id - Mustholih (Mustholih)

Sisa Anggaran Pilgub Jateng Sebesar Rp115 Miliar

anggaran
Mustholih • 02 Januari 2019 16:59
Semarang: Sisa uang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 yaitu Rp115 miliar. Sebagai penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengembalikan dana tersebut ke Pemerintah Provinsi Jateng.

Sekretaris KPU Jateng Sri Lestariningsih mengatakan mendapat anggaran Rp992 miliar untuk menyelenggarakan Pilgub Jateng 2018. Dua pasangan calon bertarung merebutkan suara dalam Pilgub. Pemilihan dimenangkan pasangan nomor urut 1 Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. 

"Sisa uang penyelenggaraan Pilgub telah dikembalikan ke kas daerah," kata Sri di Semarang, Rabu, 2 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Komisioner KPU melaporkan pengembalian anggaran itu kepada Ganjar. Selain Sri Lestaringsih, Komisioner KPU Jateng yang datang melapor yaitu Yulianto Sudrajat, Ikhwanudin, Paulus Widiyantoro, dan Diana Ariyanti.

Komisioner KPU Jateng, Yulianto Sudrajat, menambahkan sebanyak 27.896.902 warga menjadi pemilih dalam Pemilu 2019. Mereka bakal menggunakan hak pilih di 115.391 tempat pemungutan suara (TPS). 

"Satu TPS TPS digunakan untuk 300-an pemilih," ujar Yulianto menegaskan.

Menurut Yulianto, KPU Jateng sudah melakukan sejumlah tahapan menuju Pemilihan 2019. 

"Untuk distribusi logistik, seperti kotak suara, tinta, segel dan alat kelengkapan lainnya sudah ready di kabupaten-kota," terang Yulianto.

Namun, Yulianto mengaku KPU Jateng terbentur soal pengadaan gudang penyimpanan logistik di tingkat kecamatan. Dia menyatakan tidak semua kantor KPU Kabupaten-Kota memiliki gudang sampai tingkat kecamatan. 

"Kami tidak ada pos anggaran untuk sewa gudang. Belum lagi soal pengamanan," beber Yulianto.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengakui bahwa pada Pemilihan 2019, KPU bakal menjadi salah satu institusi yang menjadi sasaran tembak. Ganjar mewanti-wanti KPU Jateng harus punya sistem teknologi informasi (IT) yang mumpuni. 

"Kalau data calon sudah aman, jumlah pemilih sudah diverifikasi aman. Saya berharap IT system berjalan baik. Persiapkan juga audit dan proteksi, sehingga tidak ada yang membobol," ungkap Ganjar.

Soal pengadaan gudang yang dikeluhkan KPU, Ganjar akan meminta bantuan ke Bupati-Wali Kota. Prinsipnya, logistik Pemilu 2019 harus aman. "Kalau perlu kerjasama dengan BPBD daerah," tegas Ganjar.



(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi