BPBD Kulon Progo Pastikan Bantuan Air Aman
Ilustrasi: Warga mengambil Puing sisa bangunan yang dulunya merupakan wilayah Desa Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Foto: MI/Ramdani.
Kulon Progo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta berjanji menjamin ketersediaan bantuan air bersih. Status tanggap darurat pun diperpanjang hingga akhir bulan ke depan

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Ariadi mengatakan, status tanggap darurat kekeringan di Kulon Progo diperpanjang hingga 31 Oktober 2018. Sebelumnya, batas penetapan status tanggap darurat itu hanya sampai 30 September 2018.

"Perpanjangan status tanggap darurat ini dikarenakan prakiraannya musim hujannya mundur sampai minggu pertama atau ke dua bulan November. Dulu perkiraannya (musim hujan) akhir Oktober. Tapi BMKG memperkirakan terakhir awal November awal musim hujannya, tapi minggu kedua," kata Ariadi saat dihubungi Medcom.id, Minggu, 21 Oktober 2018.


Dengan situasi ini, Ariadi mengakui permintaan bantuan air bersih dari masyarakat sangat tinggi. Sebab, ada sebanyak 120 pedukuhan dari 30 desa yang mengalami kekeringan.

Adapun 30 desa itu berada di sembilan kecamatan, yakni Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Pengasih, Samigaluh, danbSentolo. "Semua kecamatan (terdampak kekeringan) kecuali Kecamatan Temon, Wates, dan Galur," jelas Ariadi. 

Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang menjadi daerah yang paling banyak diberi bantuan air bersih. Adapula di Sentolo dan Pengasih. 

Ariadi berujar, tak ada kendala untuk mengupayakan pemberian bantuan air bersih. Hingga kini, sudah sebanyak 1200 tangki bantuan air bersih yang dikirimkan. Menurut dia, masih ada sekitar 500an tangki air bersih. 

"Saya kira sisa bantuan ini masih cukup sampai akhir bulan. Termasuk sampai minggu pertama bulan November. Kami mulai mengirim bantuan air bersih sejak 12 Juni 2018," beber Ariadi.

Ariadi menambahkan, sumber pendanaan tak hanya berasal dari APBD Kulon Progo. Ariadi mengatakan ada sejumlah donatur yang terlibat dalam pemberian bantuan air bersih. 

"Kita mau nambah droping proses dipercepat, di bawah mulai kekurangan air. Tapi ini tidak nambah frekuensi. Dari (bagian) kedaruratan dari awal (situasinya) hampir sama," pungkas Ariadi. 



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id