CEO Medcom.id Muhammad Mirdal Akib dalam dalam diskusi bertajuk 'Be Louder in Social Media' di Waroeng Kroepoek, Solo, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag Kurniati
CEO Medcom.id Muhammad Mirdal Akib dalam dalam diskusi bertajuk 'Be Louder in Social Media' di Waroeng Kroepoek, Solo, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag Kurniati (Pythag Kurniati)

Infrastruktur Maju, Pemuda Banyak Terjun ke Industri Digital

industri digital
Pythag Kurniati • 25 Maret 2019 20:50
Solo: Kemajuan infrastruktur yang dibangun pemerintah mendorong pemuda semakin menggeluti bisnis digital. Majunya infrastruktur juga berdampak pada peningkatan perekonomian lewat industri kreatif.
 
Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk 'Be Louder in Social Media' di Waroeng Kroepoek, Solo. Para peserta terlihat antusias memperhatikan para pembicara yang berbagi pengalaman.
 
Tiga pembicara yang hadir, yakni CEO Modalrakyat.id yang juga salah satu pendiri Sales Stock, Stanislaus Tandelilin; CEO Medcom.id Muhammad Mirdal Akib; dan penyiar Solo Radio yang juga pembuat konten Youtube Topik Sudirman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembicara mengajak peserta mulai menggarap ide kreatif yang mereka suka. Ide tersebut dapat berupa tulisan, video, barang hingga start up aplikasi.
 
Muhammad Mirdal menyarankan pemuda fokus ke hal yang diminati. "Kita fokus ke dunia yang kita geluti dan sesuaikan dengan apa yang terjadi hari ini," katanya, Senin, 25 Maret 2019.
 
Selain itu, kolaborasi dengan pihak lain dapat menciptakan produk baru yang kebih kreatif. "Kesimpulannya kita harus berjamaah, bersama-sama, enggak akan bisa sendiri," ujarnya.
 
Mirdal menilai pemerintahan saat ini telah membukakan akses masyarakat Indonesia menuju dunia global. Antara lain dengan kemajuan akses komunikasi dan internet di seluruh pelosok nusantara.
 
"Tidak ada gap lagi hari ini, antara Solo, Singapura.  Kalian bisa bikin stasiun nasional bahkan internasional bermula dari Solo. Seluruh infrastrukturnya sudah siap," papar dia.
 
Mirdal juga berpesan agar hal komersial tidak menjadi tujuan utama dalam membangun sebuah produk kreatif. "Kita rasakan proses demi proses, sampai nanti akhirnya komersial itu menjadi akibat, bukan tujuan," katanya.
 
Senada dengan Mirdal, Topik sebagai pegiat konten Youtube mengatakan terjun di platform tersebut tak bisa setengah hati. Pemuda yang tertarik menjadi pembuat konten harus konsisten dan terus menerus. Namun, bagi dia menjadikan Youtube sebagai sumber penghasilan bukanlah hal utama.
 
"Dalam membuat konten harus ikhlas, ditonton seberapa pun kita harus tetap konsisten, terus menerus membuat konten yang kita sukai," katanya.
 
Salah satu peserta dari STIKES Nasional Surakarta, Yunissa, 20 mengaku mendapatkan pengalaman berharga setelah mengikuti diskusi tersebut. Yunissa merasa tertantang menciptakan inovasi baru dalam bisnis digital.
 
"Jadi kita bisa memanfaatkan media sosial dengan baik, contohnya berwirausaha itu bisa pakai Facebook, Instagram, Youtube dengan menyajikan konten menarik dan mendidik," tutupnya.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif