Guru Honorer di SDN Gedanganak 03 Kota Semarang, Yuliandini Nur Rahmah, sudah dua tahun mengabdi. Ia bahagia saat mendengar Wakil Presiden Jusuf Kalla melontarkan wacana pengangkatan Guru Honorer menjadi ASN.
"Alhamdulillah yang pasti itu menjadi kabar yang sangat membahagiakan di kalangan pengajar terutama para guru-guru honorer," kata dia kepada medcom di sela kegiatan belajar mengajar di SDN Gedanganak 03, Semarang, Senin, 12 Februari 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Yuliandini menuturkan, wacana tersebut dapat memberi semangat dan penghargaan kepada guru honorer yang berjuang untuk mendidik generasi penerus bangsa Indonesia. Terutama ke guru honorer yang kadang lama mengabdi tapi tak kunjung sejahtera.
Pendidikan adalah ujung tombak keberhasilan suatu bangsa. Sudah seharusnya guru honorer, terutama di daerah terpencil, mendapat prioritas dan perhatian.
Sementara Malikhah, 26, salah satu guru honorer di Semarang berharap wacana tak sekedar hanya jadi wacana. "Kami (guru tidak tetap) antusias sekali. Semoga tidak hanya menjadi wacana, apalagi nasib kami selama ini sudah sangat memprihatinkan," ucapnya yang sudah jadi pendidik selam tiga tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
