Diduga Penyerang di Sleman Terkait Jaringan Poso

Patricia Vicka, Ahmad Mustaqim 13 Februari 2018 18:49 WIB
penyerangan
Diduga Penyerang di Sleman Terkait Jaringan Poso
Kepala Kepolisian DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri, Medcom.id - Mustaqim
Sleman: Kepolisian menyidik kaitan Suliono, pelaku penyerangan di Gereja St Lidwina Bedog Sleman, DI Yogyakarta, dengan jaringan kelompok radikal di Poso, Sulawesi Tengah. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu juga berniat berangkat ke Suriah.

Kepala Kepolisian DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri mengatakan masih menyidik informasi tersebut. Sehingga, ia tak bisa mengomentari hasil penyidikan.

"Itu menjadi ranah penyidik. Anggota masih melakukan penyidikan" kata Dofiri saat ditemui di RA Bhayangkara Polda DIY Jalan Solo, Kalasan, Sleman pada Selasa, 13 Februari 2018. 


Dofiri menyatakan telah melihat langsung kondisi Suliono yang masih dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY. Ia menyatakan penyidikan kasus Suliono ini dibantu oleh Densus 88 Mabes Polri. 

Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengutarakan polisi sudah memeriksa sebanyak 15 saksi. Saksi-saksi yang diperiksa di antaranya dari masyarakat dan sejumlah orang yang kenal pelaku. 

"Kami sudah memeriksa pelaku, hasil sementara belum bisa disampaikan. Pemeriksaan ke pelaku belum bisa kami publikasikan," ucapnya. 

Suliono kini dirawat di ruang dengan pasien lain di RS Bhayangkara Polda DIY. Polisi menjaga 24 jam di lokasi perawatan Suliono. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan Suliono di sela perawatan. 

"Hasil pemeriksaan dituangkan ke dalam BAP (berita acara pemeriksaan), nanti akan dibuka di persidangan. Proses hukum lihat perkembanya. Akan kami tangani sampai selesai," jelasnya. 

Sementara itu, Banser Nahdlatul Ulama Sleman bergotong-royong di Gereja St Lidwina. Beberapa orang menyapu lantai. Sebagian lain mengecat dinding rumah ibadah umat Nasrani itu.

Ketua Dewan instruktur Ansor Banser NU Sleman, R. Yuwan Si'ro mengatakan kegiatan bersih gereja ini merupakan lanjutan dari kerja bakti kemarin yang dilakukan warga. Pasalnya masih banyak perbaikan yang harus dilakukan di gereja St Lidwina.

"Kami prihatin dengan peristiwa penyerangan kemarin. Maka kami mau tunjukkan bahwa masyarakat Yogyakarta adalah masyarakat yang damai dan menghargai toleransi melalui kegiatan kerja bakti ini. Ini bentuk silaturahmi kami ke sesama umat beragama, "kata Yuwan di Gereja St Lidwina Yogyakarta, Rabu 13 Februari 2018.

Pastur Ketua Paroki St Lidwina Romo Santo berterimakasih atas perhatian tersebut. Menurut Romo Santo, ia dan pengelola gereja meningkatkan pengamanan. 

"Ada sekitar 8 kamera CCTV yang akan dipasang hari ini di seluruh bagian gereja,"kata Romo Santo.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id