Ilustrasi, Festival Balon Ponorogo, Jawa Timur. Foto: Antara/Siswowidodo. (Ahmad Mustaqim)
Ilustrasi, Festival Balon Ponorogo, Jawa Timur. Foto: Antara/Siswowidodo. (Ahmad Mustaqim) (Patricia Vicka)

Airnav Yogyakarta Usut Penerbang Balon Udara

balon
Patricia Vicka • 14 Juni 2019 22:28
Yogyakarta: Otoritas pengatur aktivitas penerbangan atau Air Navigation (Airnav) Yogyakarta tengah menyelidiki balon udara yang dianggap membahayakan penerbangan. Airnav menggandeng kepolisian untuk memburu pelaku.
 
General Manager (GM) AirNav Cabang Yogyakarta, Nono Sunaryadi  mengatakan ada 24 balon udara di langit Yogyakarta selama Lebaran 2019. Jajaran kepolisian pun sudah melakukan penelusuran pihak-pihak yang dicurigai melepaskan balon tersebut. Termasuk, pelaku penerbangan balon udara yang jatuh di kabel listrik wilayah Sendangadi Mlati, Sleman. 
 
"Kalau ketahuan, kita akan beri sanksi hukum. Pokoknya kita tindak sesuai peraturan," tegas Nono di Yogyakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nono mengatakan, sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pelaku gangguan aktivitas penerbangan bisa dijerat pidana paling lama dua tahun dengan denda hingga Rp500 juta. 
 
Nano menambahkan tindakan tegas harus dilakukan pasalnya keberadaan balon udara sangat membahayakan penerbangan. Balon udara yang terbang bebas dapat menutupi kepala pesawat dan dikhawatirkan akan tersedot ke mesin pesawat.
 
"Kalau masuk ke mesin pesawat, akan terbakar dan pesawat bisa meledak. IUni sangat bahaya," jelasnya.
 
Dilemanya, kata Nono, kebiasaan menerbangkan balon udara sudah menjadi tradisi turun-temurun di beberapa wilayah seperti Wonosobo, Pekalongan dan Ponorogo.  Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan peraturan Menteri Nomor 40 Tahun 2018 tentang penerbangan balon udara.
 
Baca: 24 Balon Udara Bahayakan Penerbangan Rute Yogyakarta
 
Dalam peraturan tersebut, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak-pihak yang hendak menerbangkan balon udara. Misalnya, tinggi balon maksimal 7 meter, diameter balon 4 meter, ketinggian terbang 150 meter. Selain itu, balon udara harus memiliki tambatan minimal 3 tali.
 
Selain itu, Airnav turut mengakomodir pelaksanaan festival penerbangan balon di sejumlah daerah seperti di Ponorogo pada 12 Juni lalu dan di Wonosobo pada 15 Juni mendatang.
 
"Kami mengakomodasi festival harapannya semua balon udara yang diterbangkan sesuai peraturan,"pungkasnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif