Komplotan Perampok Emas Lintas Provinsi Ditangkap

Budi Arista Romadhoni 07 Juni 2018 08:04 WIB
perampokan
Komplotan Perampok Emas Lintas Provinsi Ditangkap
Kokmplotan perampok emas lintas provinsi ditangkap Polda Jateng. (Foto: Budi Arista R)
Semarang: Komplotan perampok emas lintas provinsi, ditangkap Polda Jawa Tengah, Modus komplotan tersebut ialah beroperasi layaknya debt collector. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, kawanan perampok tersebut berasal dari Sulawesi Utara. Mereka menggasak perhiasan emas dengan total 30 kilogram.

"Para pelaku JLP, DW, AT, BE dan S, di mana tiap-tiap mereka memiliki peran yang berbeda-beda. Di Jawa Tengah, mereka telah beroperasi selama dua tahun belakangan," katanya di Mapolda Jateng, Rabu 6 Juni 2018. 

Condro menyebut, pengungkapan bermula dari kejadian di dua TKP, yakni Slawi dan Grobogan, Jawa Tengah. Kejadian di Grobogan berlangsung pada 14 Februari 2018. 


"Komplotan ini mengawali aksinya dengan menguntit karyawan PT Sinar Kencana Semarang, perusahaan yang bergerak di bidang penjualan aksesoris dan perhiasan. Dari hasil pengembangan, mereka sudah beraksi setidaknya di tujuh TKP di Jawa Tengah dan Jawa Timur," jelasnya. 

Kemudian, sesampainya di Jalan Raya Purwodadi-Kudus, tepatnya di Desa Klambu Kecamatan Klambu Grobogan, mereka memepet mobil korban dan seolah menjadi debt collector yang bertugas menagih utang.

Namun, usai mobil korban menepi, bukan hutang yang mereka tagih, melainkan segepok perhiasan bawaan karyawan PT. Sinar Kencana Semarang.

"Korban diancam dengan pistol, kemudian tangan diborgol, mata dilakban. Dalam keadaan tersebut korban dibuang di Jalan Raya Klambu yang sepi," paparnya. 

Di lokasi ini, pelaku menggasak emas seberat 22 kilogram, uang tunai Rp220 juta, dan dua unit gawai dengan total kerugian Rp2,8 miliar. 

Lebih lanjut lagi, modus serupa dilakukan pelaku di Jalan Raya Guci Bukit Siwuni, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Pelaku menggondol emas dari penjual di Toko Emas Makmur Pasar Bojong Kabupaten Tegal. Hasilnya, emas delapan kilogram dan uang tunai Rp57 juta, total kerugian Rp1,9 miliar. 

Condro menerangkan, peran tersangka JLP sebagai eksekutor dan bertugas mengancam korbannya. Sementara DW dan AT berperan memborgol dan melakban, BE sebagai driver, dan S yang memberi informasi karena pernah bekerja di toko emas.

"Mereka semua ditangkap di Jakarta akhir pekan lalu. Pelaku yang dalam pengejaran ada dua orang, yakni ED dan KT," paparnya. 

Condro mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus berdasarkan keterangan dari para tersangka untuk memburu pelaku lainnya. 

"Barang bukti yang berhasil disita antara lain dua unit mobil, satu pucuk senjata api jenis browning, serta uang tunai senilai Rp230 juta dan sisa perhiasan sekitar 10 kilogram," tandasnya. 




(LDS)