Salah satu SPBU yang kehabisan stok BBM jenis premium di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Salah satu SPBU yang kehabisan stok BBM jenis premium di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi (Kuntoro Tayubi)

Premium Langka di Jalur Pantura Tegal

kelangkaan bbm
Kuntoro Tayubi • 05 April 2018 19:31
Tegal: Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah pantai utara Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, langka bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Padahal, BBM bersubsidi itu masih dibutuhkan oleh masyarakat.
 
SPBU di jalur pantura Tegal rata-rata hanya menyediakan solar, pertamax dan pertalite. Seperti yang terpantau di ‎SPBU di Jalan Raya Demangharja Kecamatan Warureja, Kamis, 5 Maret 2018.
 
Pengelola SPBU di tepi jalan pantura itu memasang pengumuman yang menginformasikan jika stok premium habis. Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pengendara yang sebenarnya hendak membeli premium.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya biasanya pake premium, tapi hampir semua SPBU sudah tidak ada premium, terpaksa saya pakai pertalite," kata Sutrisno, 45, salah seorang‎ pengendara sepeda motor.
 
Dirinya tak menampik, kelangkaan premium di wilayah pantura Kabupaten Tegal sudah berlangsung sekitar satu tahun terakhir. "Tapi paling terasa ya tiga bulanan ini. Petugasnya seringnya bilang stok tidak ada karena belum dikirim," kata warga Desa Kedungkelor Kecamatan Warureja ini.
 
Sutrisno yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani ini keberatan jika premium dihilangkan untuk diganti dengan pertalite. Sebab harga premium lebih murah dibandingkan pertalite.
 
‎"Pertalite juga terasanya lebih boros. Cepat habis," ungkapnya.
 
Hal senada diungkapkan pengendara lainnya, Slamet, 52. Sopir truk pengangkut sayuran ini mengaku terpaksa menggunakan pertalite yang harganya Rp 7.800 per liter karena premium sudah langka.
 
"Harusnya diisi premium. Tapi ini sudah langka. Di Jawa Tengah sudah jarang SPBU yang menyediakan premium," ujar Slamet yang mengaku berasal dari Pemalang ini.
 
Dia berharap premium tidak dihilangkan. Sebab biaya operasional jika menggunakan pertalite lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan premium. Sekali melakukan pengiriman (pulang-pergi), dia harus merogoh biaya BBM hingga Rp400 ribu  jika menggunakan pertalite.
 
"Selisihnya lumayan. Rp50.000 ada. Kan bisa buat makan. Jadi ya premium jangan dihilangkan kecuali harga pertalite bisa turun," tuturnya.
 
Ulum, salah seorang petugas pengisi BBM di SPBU, mengatakan stok premium sudah kosong selama satu bulan. Dia mengaku masih banyak pengendara menanyakan premium ketika mendatangi SPBU.
 
Setelah dijelaskan stoknya kosong, ada yang akhirnya beralih ke pertalite. "Ada juga yang bablas, tidak jadi ngisi. Memang masih banyak yang nyari premium," tukasnya.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif