Ilustrasi Medcom.id/ Syahmaidar.
Ilustrasi Medcom.id/ Syahmaidar. (Ahmad Mustaqim)

Kulon Progo Diprediksi Tak Kesulitan Air Saat Kemarau

musim kemarau
Ahmad Mustaqim • 13 Juni 2019 17:46
Kulon Progo: Musim kemarau di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai terjadi pada Juni 2019. Dinas pertanian setempat memperkirakan dampak kemarau terhadap sektor pertanian tidak akan signifikan. 
 
Kepala Dinas Pertanian Kulon Progo, Muh. Aris Nugroho mengatakan perbaikan saluran irigasi dari Kecamatan Kalibawang pada 2018 kini bisa memperlancar suplai pasokan air ke lahan-lahan pertanian. Sudah minim terjadi kebocoran saluran irigasi selama awal musim kemarau saat ini.
 
"Posisi tahun ini luas tanaman padi kita sudah mencapai 10.880 hektar pada Januari-Mei 2019," kata Aris kepada Medcom.id, Kamis, 13 Juni 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aris menjelaskan pasokan air di sektor pertanian saat musim kemarau diperkirakan cukup optimal. Aris mengatakan, daerah irigasi di kawasan Kecamatan Kalibawang yang memiliki pasokan air besar dikelola pemerintah pusat. Lalu, daerah irigasi di kawasan Sapon yang bisa mengairi sekitar tiga ribu hektar dikelola pemerintah DIY. 
 
Di sisi lain, daerah irigasi kecil dengan jangkauan di bawah seribu hektar dikelola Pemerintah Kulon Progo. "Sejauh ini (lahan pertanian di awal musim kemarau) bisa tersuplai dengan baik," jelas Aris.
 
Menurut Aris para petani juga sudah memiliki pola tanam menyesuaikan musim. Pola tanam ini menyesuaikan kondisi wilayah masing-masing. Pola tersebut juga mempertimbangkan penyiapan air dari sumber irigasi. 
 
"Misalnya di wilayah utara ada (petani menanam) padi, di wilayah yang lain tak ada. Sudah ada dan tiap tahun dilakukan. Sudah diterbitkan peraturan bupati soal pola tanam dan tata tanam. Ada bulan-bulan tertentunya," beber Aris.
 
Ia menyebutkan, petani yang bisa menanam padi saat musim kemarau saat ini tersebar di 12 kecamatan. Adapun tanaman padi di Kulon Progo di bagian utama saat ini memasuki musim panen. 
 
Masuknya musim panen padi di bagian Utara kemudian ditindaklanjuti dengan pengalihan air di saluran irigasi ke bagian tengah dan selatan. Misalnya, di Kecamatan Sentolo saat ini tanaman padi membutuhkan air karena memasuki masa buah. 
 
"Air di saluran irigasi ini dimanajemen oleh bagian pengairan. Kebutuhan air pada tanaman tak sama. Kebutuhan air bervariasi," pungkas Aris.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif