Perubahan Arus Lalin di Malioboro Ditunda
Suasana Jalan Malioboro - Medcom.id/Patricia Vicka.
Yogyakarta: Rencana perubahan arus lalu lintas di wilayah sekitar Malioboro ditunda. Pemda DIY akan menerapkannya tahun depan.

"Perubahan arus lalin satu arah diterapkan tahun 2019. Nggak jadi tahun ini," ujar Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharja melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu, 21 November 2018.

Sigit mengungkapkan penundaan lantaran belum masifnya sosialisasi kepada masyarakat. Dikhawatirkan pengalihan arus akan membingungkan. 


Namun, Sigit belum bisa memastikan waktu penerapan perubahan arus lalin ini. Pihaknya perlu memikirkan ulang konsekuensi serta bentuk sosialisasi perubahan itu. 

Sigit menambahkan penundaan juga karena masih ramainya arus lalu lintas di sekitar Malioboro. Sebab sedang berlangusng gelaran Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) dan pelaksanaan rangkaian acara Maulid Nabi. Selain itu Yogyakarta akan kebanjiran wisatawan pada liburan akhir tahun. 

Dia menjelaskan perubahan arus lalu lintas di sekitar kawasan Malioboro diterapkan di Jalan Mataram dan Jalan Bhayangkara. Jalan Mataram yang berada di sisi timur Jalan Malioboro akan menjadi satu arah. Kendaraan hanya bisa melintas dari arah selatan yakni di perempatan antara jalan Sultan Agung dan Jalan Brigjen Katamso menuju jalan Mataram. Sebelumnya jalan Mataram dapat dilalui kendaraan secara dua arah.

(Baca juga: Lalu Lintas di 4 Tujuan Wisata di Yogyakarta bakal Direkayasa)

Sementara arus kendaraan di Jalan Bhayangkara yang berada di sisi timur Jalan Malioboro akan berubah menjadi utara ke selatan. Sebelumnya Jalan Bhayangkara hanya satu arah dengan arus kendaraan dari selatan (jalan K.H Ahmad Dahlan) menuju utara (Pasar Kembang).

"Nantinya masyarakat dari utara yang mau ke selatan abis jembatan Kleringan lurus masuk ke jalan Pasar Kembang lalu belok ke selatan di Jalan Bhayangkara," jelas Sigit.

Sedangkan arus kendaraan di Jalan Malioboro tidak berubah. Tetap satu arah dari utara menuju selatan. Dishub akan menertibkan parkir kendaraan di sirip gang di wilayah Malioboro. Keberadan tempat parkir ini telah memakan bahu jalan dan mempersempit gerak kendaraan.

Agar tidak membinggungkan masyarakat, Dinas Perhubungan berencana melakukan sosialisasi besar-besaran melalui media massa sebelum perubahan arus ini diterapkan. Dinas juga bakal memanggil pemimpin warga dan mengumpulkan komunitas warga serta pengusaha di sekitar jalan Maliobro. Pemasangan rambu dan papan petunjuk perubahan arus juga bakal diperbanyak. 





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id