Kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tambakloro, Semarang, Rabu, 2 Januari 2019, lantaran ombak tinggi, Medcom.id - Budi Arista
Kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tambakloro, Semarang, Rabu, 2 Januari 2019, lantaran ombak tinggi, Medcom.id - Budi Arista (Rhobi Shani, Budi Arista Romadhoni)

Nelayan di Semarang Berutang untuk Bertahan Hidup

cuaca ekstrem
Rhobi Shani, Budi Arista Romadhoni • 02 Januari 2019 17:35
Semarang: Nelayan tak dapat melaut di perairan Laut Jawa. Mereka pun terpaksa berutang karena harus memenuhi kebutuhan hidup dan mencari ongkos untuk memperbaiki kapal.
 
Sugiarto, nelayan Tambakloro, Semarang, Jawa Tengah, mengaku tak bisa melaut. Ombak tinggi akibat cuaca ekstrem membuat ia terpaksa melabuhkan kapalnya.
 
"Kalau ombak tinggi, ikannya juga tidak ada," kata Sugiarto kepada Medcom.id di Semarang, Rabu, 2 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia sulit menebar jala di perairan dengan ombak yang tinggi. Angin kencang juga mengempas kapal sehingga ia sulit mengendalikan kendaraan tersebut.
 
Sejak akhir Desember 2018, Sugiarto hanya berdiam di rumah. Sesekali ia melihat ke arah laut, siapa tahu perairan lebih tenang dan dia bisa mencari ikan. 
 
Perkiraannya salah. Ombak masih tinggi, kira-kira dua meter.
 
Kebingungan Sugiarto bertambah. Kebutuhan hidup mendesak. Terlebih ia harus menghidupi dua anaknya yang masih sekolah.
 
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Sugiarto berutang. Cara itu menjadi andalannya untuk bertahan hidup.
 
"Terpaksa ngutang agar dapur tetap bisa ngebul, demi mencukupi biaya makan," terang pria berusia 43 tahun itu.
 
Sugiarto masih berharap cuaca kembali tenang. Ia pun memperbaiki jaring ikan dan mesin kapal. Bila cuaca sudah lebih baik, ia mengatakan akan segera melaut.
 
Ombak di Laut Jawa terbilang tinggi. Demikian disampaikan petugas analis  cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila.
 
Kondisi itu juga terjadi pada perairan di selatan Pulau Kalimantan. Shafira memprediksi kondisi itu terjadi hingga besok, 3 Januari 2018.
 
"Saat ini, ketinggian ombak Laut Jawa 1,25-2,5 meter. Untuk kecepatan anginnya sekitar 4,0 sampai 20 knot. Rata-rata berawan dan ada yang mengalami hujan ringan," tukasnya. 
 
Gelombang tinggi pun terjadi di perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jateng. Kondisi itu mengakibatkan 279 wisatawan tertahan di Karimunjawa. Mereka tak dapat kembali ke daratan Pulau Jawa. 
 
Pemerintah Kabupaten Jepara pun meminta bantuan pemprov untuk menangani masalah itu. Satu di antaranya penambahan jadwal penerbangan ke Karimunjawa. Sebab, jalur pelayaran berhenti hingga 5 Januari 2019. 
 
Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan penambahan jadwal penerbangan menggunakan maskapai Wings Air. Penambahan jadwal penerbangan rencana dimulai hari ini.
 
“Extra Flight rencananya hari ini dimulai dengan pesawat Wings Air untuk 60 penumpang,” kata Arwin.
 
Jalur udara dari Semarang ke Karimunjawa hanya dilayani satu penerbangan yaitu Wings Air. Jadwalnya tiga kali sepekan. Daya tampung pesawat cuma 50 orang. 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi