Pemerkosaan Mahasiswi UGM

Korban dan Pelaku Tidak Saling Suka

Patricia Vicka 23 November 2018 19:43 WIB
pemerkosaan
Korban dan Pelaku Tidak Saling Suka
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM, Adam Pamudji Rahardjo di Yogyakarta, Jumat, 23 November 2018. Medcom.id/Patricia Vicka
Yogyakarta: Korban dan pelaku kasus pemerkosaan dalam kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Maluku tidak saling suka. Pelaku yang berinisial H dan korban yang berinisial N juga tidak terikat dalam sebuah hubungan.

Hal tersebut diutarakan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)  Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM, Adam Pamudji Rahardjo. "Tidak ada (hubungan antara keduanya). Juga tidak nampak jelas ada rasa suka di keduanya," ujar Adam usai dimintai keterangan di Ombudsman RI Perwakilan DIY di Kantor ORI DIY, Jumat 23 November 2018.  

Usai pemerkosaan terjadi, Adam menanyakan langsung perasaan H kepada N. H dengan tegas menyatakan tidak menaruh rasa kepada N.


"Saya tanya ke H, kamu ada rasa suka ke N tidak? dia jawab tidak ada," ujar Adam.

Pernyataan ini dikeluarkan untuk menepis isu yang selama ini beredar bahwa tindakan pemerkosaan ini dilakukan atas dasar suka sama suka. Beberapa hari pasca N melaporkan kejadian pemerkosaan, H mengakui perbuatannya. Mahasiswa Fakultas Teknik itu turut meminta maaf di depan dirinya dan mahasiswa satu lokasi KKN melalui sambungan telepon.

Tak lama usai pengakuan H, pihak kampus menghentikan proses KKN pelaku dan memintanya kembali ke Yogyakarta. H kemudian dihukum untuk mengulang KKN. Sementara N diberi nilai C untuk mata kuliah KKN.

Pemberian nilai C menurut Adam dilakukan karena N dianggap telah melanggar norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat setempat. N juga dianggap tidak disiplin menjalankan peraturan yang ada.

"Keluar malam-malam itu tidak boleh. Apalagi tidur satu ranjang dengan laki-laki itu pelanggaran," pungkasnya.

Adam diperiksa ORI DIY sekitar dua jam. Pemeriksaan Adam bertujuan untuk melengkapi keterangan dari berbagai pihak terkait upaya UGM menyelesaikan kasus pemerkosaan ini.

Ketua ORI DIY Budhi Masturi mengatakan proses investigasi yang dilakukan ORI DIY mencapai 70 persen. Pihaknya berencana meminta keterangan dari Departemen Teknik minggu depan.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id