RSUI Kustati Solo. Medcom.id/Pythag Kurniati
RSUI Kustati Solo. Medcom.id/Pythag Kurniati (Pythag Kurniati)

RS Menanti BPJS Kesehatan Tindaklanjuti Rekomendasi Kemenkes

bpjs kesehatan
Pythag Kurniati • 05 Januari 2019 20:23
Solo: Kementerian Kesehatan mengeluarkan rekomendasi perpanjangan kontrak Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan 169 rumah sakit (RS) di Indonesia. Rekomendasi tersebut tertuang dalam Surat Menteri Kesehatan Nomor HK.03.01/Menkes/18/2019.
 
Surat tersebut mengatur RS yang masa akreditasi habis atau tidak memiliki akreditasi namun memiliki pelayanan baik. Salah satunya RSUI Kustati Solo
 
BPJS menghentikan kerja sama dengan RSUI Kustati per 2 Januari 2019. Lantaran sertifikasi akreditasi yang belum diperbarui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kabag Sekretariat RSUI Kustati Marlia Wiji Utami menyebut pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari pihak BPJS Kesehatan. "Sebab surat itu ditujukan untuk BPJS Kesehatan, bukan rumah sakit," ujar Marlia, Sabtu, 5 Januari 2019.
 
Selama penghentian kerja sama, terang Marlia, pasien di RSUI Kustati berkurang drastis. "Ya ada berkurang mungkin sampai 50 persen," ucapnya.
 
Ia berharap RSUI Kustati dapat segera kembali menerima pasien BPJS Kesehatan. Dia pun menyebut RSUI Kustati saat ini masih dalam proses pengurusan akreditasi.
 
Kepala BPJS Surakarta Agus Purwono mengaku segera mengundang pihak rumah sakit terkait rekomendasi ini. Di Solo Raya sendiri ada tiga rumah sakit yang kontrak kerjasamanya dihentikan sementara. RS terdampak yakni RSUI Kustati (Solo), RS Amal Sehat (Sragen) dan RS Amal Sehat (Wonogiri).
 
"Akan segera kami undang rumah sakit itu untuk kerjasama sehingga pelayanan pasien BPJS bisa segera dilakukan," pungkas Agus.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi