Ilustrasi/MI
Ilustrasi/MI (Supardji Rasban)

Kapolda Jateng: Satu Arah di Tol Saat Mudik Masih Dikaji

tarif tol Mudik Lebaran 2019
Supardji Rasban • 13 Mei 2019 10:56
Semarang: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Pol Roycko Melza Dahniel menegaskan rencana pemerintah memberlakukan jalur satu arah (one way) di Tol Trans Jawa, dari Jakarta ke Brebes Timur, belum final.
 
"Saat ini masih harus dikaji lebih lanjut, untuk memilih titik-titik yang tepat untuk dilakukan manajemen rekayasa satu arah tersebut," kata Roycko saat meninjau Exit Tol Pejagan, Kabupaten Brebes, Minggu, 12 Mei 2019 malam.
 
Sebelumnya, Kapolda dan rombogan meninjau ke sejumlah titik seperti di pintu keluar Tol Brebes Timur dan rest area plus Banjaratma, Brebes. Dalam peninjauan Roycko melihat situasi di lapangan sekaligus mempelajari kondisi exit Tol Brebes Timur, Brebes dan sejumlah titik lainnya yang ditengarai rawan kemacetan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah memadai untuk mempertemukan dua arus yang sangat besar dari barat atau Jakarta. Kemudian  juga pertemuan arus kendaraan dari timur atau Semarang," ujar Roycko.
 
Baca: Cegah Kemacetan di Musim Mudik, Skema Arus Tol jadi Satu Arah
 
Menurutnya mulai dari Exit Tol Brebes Timur, Brebes Barat dan Exit Tol Pejagan, sama-sama memiliki beban arus kendaraan yang cukup banyak pada musim arus mudik nanti.
     
"Apabila dikeluarkan di Brebes Timur? Di Brebes Timur juga akan dibuang ke jalur pantura. Tapi di pantura antara Brebes Timur, Brebes Barat dan Pejagan ada dua pasar besar yakni Pasar Bulakamba dan Pasar Induk Brebes," terangnya.
     
Roycko mengemukakan kalau arus kendaraan dikeluarkan di pintu keluar Pejagan, Brebes Barat dan Brebes Timur, semuanya akan menuju ke selatan.
 
"Kalau semua menuju selatan, juga ada enam ada titik rawan kemacetan di Pejagan, Ketanggungan, Songgom, Prupuk, Bumiayu sampai Ajibarang," ucapnya.
 
Roycko meminta waktu dan akan melihat kondisi secara riil di semua titik rawan kemacetan.
 
"Nanti berembuk dengan stake holder dan kami akan memberi masukan kepada Korlantas, bagaimana sebaiknya untuk melakukan rekayasa manajemen one way," kata Roycko.
 
Alasan diberlakukan one way untuk mempercepat arus dari barat ke timur, karena one way telah terbagi dua arus, yakni arus A dan B. Arus A akan menuju ke timur, dan B ke barat. Keduanya tidak memiliki bagus karena ada dua arus A dengan B. Keduanya tidak memiliki volume kendaraan sama.
 
"Setelah melakukan pengecekan lebih lanjut nantinya bisa ditemukan titik-titik mana yang paling tepat untuk dilakukan manajemen rekayasa one way," pungkasnya. 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif