Pendaftar Sekolah dengan SKTM di DIY Diverifikasi
Seorang orang tua calon siswa saat menunggu panitia PPDB di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Yogyakarta: Sekretariat Posko Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima dugaan warga mampu memakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftarkan sekolah. Dugaan itu diperkirakan terjadi di salah satu SMA Negeri di Bantul dan Kota Yogyakarta.

Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi mengatakan kasus di Bantul diketahui oleh Forum Pemantau Independen (Forpi) setempat. Di sana, ada dugaan salah seorang warga yang memiliki usaha bengkel namun mendaftar memakai SKTM. "Kasus di Bantul ini Abu (Ketua Forpi Bantul) yang mengetahui," ujar Budhi di kantornya, Rabu, 11 Juli 2018.

Selain usaha itu, orang tua siswa juga disebut menjadi kontraktor yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Namun, Budhi belum bisa menjelaskan detail hal tersebut.


Budhi juga mengatakan ada satu pendaftar SMA Negeri di Kota Yogyakarta diduga berasal dari keluarga mampu yang mendaftar memakai SKTM. Dari laporan itu, Budhi menyatakan instansinya sudah turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran.

Saat penelusuran, pihaknya cukup ragu jika pendaftar dari golongan tak mampu. "Tapi memang tak bisa langsung disimpulkan," kata dia.

Dari hal itu, Budhi berharap Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY bisa memverifikasi lebih lanjut laporan itu.

Kepala Bidang Perencanaan dan Standardisasi Disdikpora DIY, Didik Wardoyo mengatakan belum ada laporan rinci terkait apa yang didapat ombudsman. Meski demikian, pihaknya meminta sekolah agar melakukan verifikasi bagi pendaftar yang menggunakan SKTM. Nantinya juga akan dilakukan koordinasi antara Disdikpora DIY, sekolah, dan pihak komite.

"Sekolah nanti kami minta verifikasi, bisa dilakukan dengan sampel. Kan pakai naluri-naluri ini kan bisa, ini harus ditemui," ujarnya.

Jika terbukti dari keluarga tak mampu dan mendaftar SMA Negeri menggunakan SMKT, Didik menyatakan yang bersangkutan bisa dikeluarkan dari sekolah. Baik itu yang diduga terjadi di Kota Yogyakarta maupun di Bantul.

"Semua pemegang SKTM juga sudah kami minta membuat pernyataan (atau tanggung jawab mutlak). Formatnya sudah dikirim ke masing-masing sekolah. Orang tua anak mengisi surat, ini untuk meyakinkannya. Meskipun, ada yang semula kaya tapi jadi tidak kaya karena sesuatu hal," kata dia.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id