Para transmigran asal Jawa Tengah diberikan bekal untuk bercocok tanam di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Senin, 10 Desember 2018. Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni.
Para transmigran asal Jawa Tengah diberikan bekal untuk bercocok tanam di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Senin, 10 Desember 2018. Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni. (Budi Arista Romadhoni)

Jateng Kembali Kirim Transmigran ke Sumatera Barat

transmigrasi
Budi Arista Romadhoni • 10 Desember 2018 19:17
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan 100 Kepala Keluarga (KK) Transmigran Jawa Tengah menuju tanah harapan UPT. Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat. Di lokasi tersebut, mereka akan mendapat lahan pertanian seluas dua hektar.
 
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Wika Bintang menyatakan, target pengiriman transmigran di Jateng mencapai 170 Kepala Keluarga. Program transmigrasi dilakukan untuk mengurangi pengangguran dan kemisikinan di Jawa Tengah.
 
"Sebelumnya 29 KK, hari ini 100 orang, dan terakhir nanti masih ada 41 KK yang akan berangkat, selama 2018 ini nanti sampai akhir tahun ada 170 KK, sekitar 700 jiwa yang berangkat menjadi transmigran," kata Wika di Transito Tugu Semarang, Jawa Tengah, Senin, 10 Desember 2018. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wika menyebut, para transmigran yang berasal dari pelosok daerah Jawa Tengah tersebut telah dibekali cara bercocok tanam sesuai tanah yang akan mereka peroleh nanti.
 
"Bapaknya dilatih pertanian dan perkebunan, ibunya dilatih mengolah hasil pertanian panen," jelas Wika.
 
Nantinya setiap keluarga akan mendapatkan lahan pertanian sebesar dua hektar. Selain itu, mereka juga mendapatkan uang saku dan sembako setiap bulan. 
 
"Lokasinya di pegunungan seperti Wonosobo. Selain itu nanti dapat uang saku dari kab/kota asalnya berupa tabungan Rp2,5 juta. Kemudian dari APBN selama setahun dapat makanan, dari beras, gula, hingga minyak," terang Wika.
 
Tidak itu saja, para transmigran juga mendapatkan rumah siap huni dilokasi lahan pertanian. "Kemudian di sana juga dapat alat pertanian, dapur, hingga rumah siap huni ukuran 36. Fasilitas pendidikan melekat, minimal SD ada di situ. Kalau SMP nanti agak jauh," imbuh Wika.
 
Sementara itu, Mulyadi, transmigran asal Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, mengaku ingin mengubah nasib dengan menjadi transmigran di Sumatra Barat.
 
"Sebelumnya bekerja sebagai petani jagung di Wonosegoro, sering kekeringan, ini ajak anak istri Ingin mencari peruntungan dan suasana baru di Sumatra," harap Mulyadi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif