Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman melakukan audiensi dengan warga yang tak bisa mencoblos, Kamis, 18 April 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman melakukan audiensi dengan warga yang tak bisa mencoblos, Kamis, 18 April 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka. (Patricia Vicka)

Ratusan Warga Sleman Lapor Bawaslu karena Tak Bisa Nyoblos

pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Patricia Vicka • 18 April 2019 17:15
Yogyakarta: Sejumlah warga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak bisa menyalurkan suaranya akibat kekurangan surat suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Mereka beramai-ramai mengadukan hal ini kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihn Umum (KPU) Kabupaten Sleman.
 
Ketua Bawaslu Sleman, Karim Mustofa mengatakan, laporan ini masuk sejak Rabu, 17 April hingga hari ini. Pihaknya tengah mendata jumlah warga yang belum mencoblos.
 
"Kami sudah menyampaikan kepada mereka untuk mengidentifikasikan siapa dari mereka yang belum (memberikan suara)," kata Karim di Yogyakarta, 
Kamis, 18 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karim menjelaskan, data yang terkumpul tersebut akan menjadi bahan laporan kepada Bawaslu DIY dan pusat untuk menentukan langkah selanjutnya. Menurut Karim, sebagian besar warga yang tak bisa memilih adalah pemegang formulir A5. 
 
Ketika disinggung kemungkinan adanya pemilu susulan, Karim belum bisa memastikan hal tersebut. "Masih dikaji dan konsultasi itu (adanya pemilu susulan) dengan Bawslu DIY  dan pusat," jelas Karim.
 
Sementara komisioner divisi hukum KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, berdasarkan laporan warga hingga Rabu, 17 April 2019 malam, jumlah pemilih yang tak bisa mencoblos ada sekitar 800 orang. 
 
"Kepastian jumlah warga yang tidak bisa mencoblos masih kami identifikasi. Infonya ada yang sudah bisa mencoblos," ungkap Baehaqi.
 
Menurut Baehaqi, sebagian besar adalah warga di TPS di kecamatan Depok yang memegang formulir A5. Hal ini terjadi lantaran petugas TPS mendahulukan warga yng terdaftar di DPT untuk mencoblos.
 
Begitu tahu surat suara habis, warga sempat mendatangi Balai desa dan Kantor KPU Sleman pada Rabu 17 April 2019 malam untuk menuntut pemenuhan hak suara.
 
KPU Sleman masih menunggu keputusan dari Bawaslu untuk mengadakan pemilihan susulan. Jika sudah ada rekomendasi, pihaknya siap mengadakan pemilihan ulang.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif