Gerobak sampah di Jalan Kartini Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani
Gerobak sampah di Jalan Kartini Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Perda Kebersihan Jepara Ditegakkan dengan Persuasi

sampah
Rhobi Shani • 18 Januari 2019 15:50
Jepara: Sejak tahun 2004, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sudah memiliki peraturan daerah (Perda) tentang ketertiban, kebersihan, dan keindahan (K3). Aturan yang kemudian diperbarui dengan Perda Nomor 20 Tahun 2012 ditegakkan dengan mengutamakan pendekatan persuasif.
 
Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Istono menyebut pelanggar diberi teguran lisan terlebih dulu. Jika tidak ada perubahan, kemudian ditegur secara tertulis.
 
“Setelah diberi surat masih tidak ada perubahan baru kami Tipiring (tindak pidana ringan). Tapi tahapan-tahapan itu ada tenggat waktunya, sehingga kesannya penanganannya lambat,” ujar Istono ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 18 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya hingga saat ini belum pernah menjatuhkan sanksi Tipiring ke pelanggar Perda tentang sampah. Namun, sanksi Tipiring pernah diberikan kepada pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar yang berpotensi menghasilkan sampah.
 
“Kalau ada laporan dari masyarakat maka akan kami tindaklanjuti sebab personil kami terbatas. Kami hanya membackup” kata Istono.
 
Perda Kebersihan Jepara Ditegakkan dengan Persuasi
Istono, Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani

 
Penanganan sampah dilakukan lintas sektoral karena keterbatasan jumlah personel. Pihaknya tak dapat melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang membuang sampah sembaranagn.
 
"Kami memang tidak bisa mengawasi setiap waktu, tapi di beberapa titik sudah ada petugas kebersihan dan tempat kantong-kantong sampah,” ungkap Istono.
 
Perda Nomor 20 Tahun 2012, juga melarang masyarakat mengotori, merusak, membakar atau menghilangkan tempat sampah yang telah disediakan. Kemudian membakar sampah pada tempat-tempat yang dapat membahayakan.
 
“Juga melarang masyarakat membuang bangkai hewan di saluran atau sungai baik yang airnya mengalir ataupun tidak,” pungas Istono.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi